Ini Strategi Pemkot Jogja di Tengah Penerapan Efisiensi Anggaran
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Aris, salah seorang petani di Kalurahan Tambakrejo, Tempel sedang memperlihatkan tanaman padi yang mulai mengering. Harian Jogja/David Kurniawan\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas memprediksi sebagian besar wilayah DIY akan mengalami musim kemarau pada Mei ini.
Memasuki dasarian 3 bulan Mei, musim kemarau diprediksi akan terjadi di Kabupaten Kulonprogo bagian utara, Sleman bagian utara, hingga Gunungkidul bagian tengah dan selatan. Sementara, Kota Jogja dan Bantul telah memasuki musim kemarau sejak dasarian pertama bulan Mei 2024.
Masuknya musim kemarau ini akan diiringi dengan menurunnya curah hujan. Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas memprediksi pada tiga dasarian ke depan, tepatnya pada dasarian tiga Mei hingga dasarian dua Juni 2024 curah hujan di DIY berkisar antara 0 – 50 mm.
"Dengan kriteria rendah," ujarnya Reni, Selasa (21/5/2024).
Baca Juga
Cuaca Tak Menentu Bikin Harga Bawang Merah Melonjak Drastis
Atasi Kemungkinan Gagal Panen di Musim Kemarau, Ini yang Dilakukan Oleh DKPP Bantul
Terdampak Cuaca Ekstrem, Hasil Panen Padi Kulonprogo Anjlok
Curah hujan kriteria rendah diprediksi masih akan terus terjadi hingga Agustus mendatang. Sementara, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli-Agustus 2024. Reni menyebut, apabila dibandingkan dengan rata-ratanya, awal musim kemarau 2024 seluruh wilayah DIY mundur dibandingkan rata-ratanya antara 1-2 dasarian.
"Dengan durasi musim kemarau 2024 di DIY diprediksi antara 10 – 15 dasarian. Akhir musim kemarau 2024 di DIY diprediksi akan terjadi pada dasarian satu hingga tiga September 2024," imbuhnya.
Terjadinya musim kemarau sekaligus rendahnya curah hujan patut diwaspadai. Reni mengimbau masyarakat untuk mewaspadai beberapa peristiwa yang kerap terjadi saat musim kemarau, misalnya kekeringan meteorologis, kebakaran lahan, hingga berkurangnya ketersediaan air bersih.
"Kondisi iklim saat musim kemarau juga perlu diwaspadai dengan mempersiapkan pola tanam yang sesuai agar tidak mengalami gagal panen," imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berbagai strategi ditempuh Pemkot Jogja untuk menyikapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.