Kopi Keliling dan Darling Merapi Siap Jangkau Titik Keramaian dan Wisata di Sleman
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Aktivitas kendaraan bermotor JJLS di ruas Girisekar-Planjan di Dusun Sawah, Girisekar, Panggang/Harian Jogja-David kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menegaskan bahwa infrastruktur penunjang di kawasan selatan Gunungkidul seperti sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) minim. Minimnya fasilitas penunjang sangat berdampak terhadap kunjungan wisatawan dan perkembangan pariwisata secara umum di Bumi Handayani.
Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan ada beberapa jalan menuju kawasan wisata yang kurang nyaman dilalui wisatawan karena rusak. Selain itu, beberapa titik belum dialiri listrik dan jaringan air. Di titik jaringan listrik yang tersedia pun belum ada lampu penerangan.
“Kebutuhan dasar untuk membuka usaha di kawasan selatan utamanya di sekitar JJLS kurang,” kata Windu dihubungi, Kamis (23/5).
Menurut catatan Dispar, ada 15 ruas jalan kawasan wisata di Satuan Ruang Strategis (SRS) Pantai Selatan rusak. Begitupun dengan dua ruas jalan lain di SRS Batur Agung dan Sokoliman juga rusak.
Padahal, menurut Windu, apabila infratruktur penunjang tersedia di kawasan selatan, maka kawasan tersebut akan semakin ramai. Target lama tinggal wisatawan pun dapat tercapai.
Dispar selama ini mencoba menarik wisatawan dengan gelaran acara seperti Beach and Run. Dalam setiap rapat lintar sektor, Dispar selalu menyampaikan kendala pengembangan pariwisata Gunungkidul tersebut.
BACA JUGA: Terbaru! Seluruh JJLS di Gunungkidul Telah Tersambung, Tak Ada Lagi Penutupan
“Pak Bupati juga meminta agar investor yang punya lahan di Gunungkidul agar segera membangun. Dengan begitu kan dapat meningkatkan lama tinggal wisatawan di Gunungkidul,” katanya.
Windu juga menanggapi perihal rencana Pemerintah Pusat melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah DIY yang berencana membangun rest area di JJLS Kelok 18, Kalurahan Girijati, Purwosari, Gunungkidul.
Menurut dia, Pemkab Gunungkidul perlu terlibat dan mengambil manfaat dari keberadaan rest area itu. Dengan begitu, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lebih berdaya dan dapat naik kelas.
“Dispar memiliki tugas untuk menyiapkan sumber daya manusia agar bisa ikut bersaing. Jangan jadi penonton. Kalau di rest area begitu kan perlu makanan dan lainnya,” ucapnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN DIY, Ridwan Subarkah mengaku pihaknya masih fokus mengerjakan pembangunan JJLS Kelok 18. “Belum ada pelaksanaan pembangunan rest area,” kata Subarkah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kopi Keliling dan Darling Merapi diluncurkan di Sleman untuk memperluas pemasaran Kopi Nirmalagiri dengan dukungan Rp599,7 juta.
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.