Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Gerombolan debt collector kembali bikin ulah kepada wisatawan yang berlibur di Kota Jogja. Sebanyak lima debt collector yang diketahui berasal dari perusahaan finance MAF memaksa dan merampas STNK milik wisatawan di Parkir Gembira Loka. Kasus itu telah ditangani dengan cepat oleh Polresta Jogja dengan menetapkan lima orang tersangka. /Harian JOgja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA—Gerombolan debt collector kembali bikin ulah kepada wisatawan yang berlibur di Kota Jogja. Sebanyak lima debt collector yang diketahui berasal dari perusahaan finance MAF memaksa dan merampas STNK milik wisatawan di Parkir Gembira Loka.
Kasus itu telah ditangani dengan cepat oleh Polresta Jogja dengan menetapkan lima orang tersangka. Meski demikian hanya dua yang berhasil ditangkap dan dijebloskan ke jeruji besi. Tiga orang pelaku lainnya masih menghirup udara bebas dengan status buronan.
BACA JUGA : Viral Keributan Debt Collector dan Wisatawan, Polisi Sebut Hanya Kesalahpahaman
Kasat Reskrim Polresta Jogja AKP Probo Satrio menjelaskan korban dari kasus ini adalag seorang wisatawan asal Madiun, Jawa Timur yang sedang berlibur ke Jogja. Perampasan itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB pada Jumat (17/5/2024) di parkiran timur Gembira Loka Zoo. Saat itu korban ke Jogja menggunakan mobil Mitsubishi Expander 2022.
“Setelah rekreasi, pada saat mau masuk ke mobil, korban datangi lima orang pelaku mengaku dari perusahaa finance MAF. Para pelaku menanyakan mobil yang dipakai korban. Orang tersebut mengatakan mobil korban telat angsuran 10 bulan. Mereka berusaha meminta kendaraan tersebut,” katanya, Rabu (22/5/2024).
Meski demikian korban berusaha menjelaskan bahwa kredit mobil tersebut bukan dari MAF, melainkan dari perusahaan finance lain yaitu SMS. Korban pun berusaha mempertahankan mobilnya karena pihak yang menagih bukan dari perusahaan tempat ia berhutang.
Akan tetapi kelima pelaku memaksa minta dengan merampas STNK. Karena korban takut, maka STNK pun akhirnya diserahkan. Kemudian STNK tersebut dicek oleh para pelaku untuk memastikan sesuai dengan nomor mesin dan rangka mobil, ternyata sesuai. “Justru surat tugas yang dibawa oleh para pelaku tidak sesuai dengan identitas kendaraan,” katanya.
Pelaku tetap memaksa, hingga akhirnya STNK dibawa tiga dari lima gerombolan debt collector tersebut pergi. Dua pelaku masih di lokasi dan atas permintaan korban, mereka bersama-sama ke Polresta Jogja. “Mereka yang dua [pelaku] mengikuti ke sini, kami jelaskan, sementara STNK masih dibawa temannya yang tiga,” ungkapnya.
BACA JUGA: Sempat Terlibat Keributan dengan Wisatawan Jogja, Debt Collector Akhirnya Minta Maaf
Dari pengakuan para pelaku, mereka tetap memaksa karena berdasarkan scan barcode mobil tersebut sudah sesuai dengan data yang dimiliki pelaku. Ketiga pelaku yang membawa STNK juga beralasan akan mengecek data STNK ke kantor finance yang mempekerjakannya.
Akhirnya kelima pelaku ditetapkan sebagai tersangka dengan dasar Pasal 335 KUHP, tentang memaksa orang menyerahkan suatu barang dengan ancaman dan intimidasi atau Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Dua pelaku yang telah ditahan yakni AF, 25, warga Magelang, yang merupakan pemimpin kelompok debt collector tersebut dan IR, warga Kalasan. Kemudian tiga pelaku yang masih buron HR, perannya merampas STNK, kemudian berinisial GL, yang berperan adu mulut dan mengintimidasi korban. “Terakhir JRW, sebagai mata elangnya, orang yang mengawasi dan memberi informasi ke para pelaku lainnya,” katanya.
Adapun STNK korban sudah dikembalikan dengan cara dikirim melalui ojek online ke Polresta Jogja oleh HR. Selain memburu ketiga pelaku lain, polisi saat ini juga masih mendalami perusahaan finance yang mempekerjakan kelima tersangka, karena mereka memang memiliki surat tugas dari PT MAF.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.