27 Orang Tewas dalam Dua Penembakan Massal di Afrika Selatan
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Ilustrasi penjualan hewan kurban. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mengklaim kekurangan hewan kurban jelang Iduladha 2024. Sebab, hewan kurban yang diperjual belikan dan akan dipotong sebagian besar berasal dari luar Bantul dan DIY.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengatakn kebutuhan hewan kurban, utamanya sapi adalah sebanyak 7.000 ekor. Sementara dari kebutuhan tersebut, 10 persen berasal dari Bantul. Artinya 90 persen kekurangannya harus didatangkan dari luar Bantul dan DIY.
"Memang mayoritas berasal dari luar Bantul DIY. Sapi yang ada di Bantul rata-rata sapi betina. Karena yang ada di Bantul ini adalah pembibitan. Jadi mereka beli dari luar, terus dipelihara satu hingga dua bulan, sebelum akhirnya dijual lagi," kata Joko Waluyo, Sabtu (24/5/2024).
Adapun sapi yang didatangkan, ungkap Joko rata-rata berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Pulau Madura dan Bali. Menurut Joko, krisis hewan kurban jika dialami untuk kambing. Di mana, kebutuhan kambing di Bantul selama ini disuplay oleh beberapa wilayah di luar Bantul dan DIY. Sebab, jika mengandalkan stok kambing di Bumi Projotamansari, jelas tidak memenuhi.
"Setiap hari untuk konsumsi saja butuh 800an ekor. Belum kebutuhan kambing untuk hewan kurban sekitar 15.000 ekor. Oleh karena itu, wajar jika hewan-hewan itu didatangkan dari luar Bantul dan DIY," jelas Joko.
BACA JUGA: Pedagang Kambing Kurban di Bantul Ini Pakai Jasa SPG Buat Gaet Pembeli
Joko mengungkapkan, sejauh ini, dinas telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan populasi kambing dan sapi di Bantul. Selain inseminasi buatan, Joko menyampaikan dinas telah berupaya perpendek trafik interval kelahiran.
"Semua sudah kami lakukan. Apalagi, kebutuhan daging di DIY paling tinggi ada di Bantul," ucap Joko.
Hal sama juga diakui oleh salah satu pedagang hewan kurban di Murtigading, Sanden, Budi Santosa. Budi mengungkapkan, selama ini dirinya mengambil sapi dari Pulau Madura. Hewan tersebut jauh-jauh hari diambil dari Pulau Garam dan dirawat selama beberapa bulan sebelum akhirnya dijual sebagai hewan kurban.
"Untuk sekarang sudah banyak yang terjual. Untuk hewan kurban, sapi jantan yang banyak terjual," ucap Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan 27 orang dan melukai puluhan lainnya. Polisi memburu para pelaku.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.