Update Keamanan Juli 2026 Hadir di 58 HP Xiaomi, Cek Sekarang!
Xiaomi rilis update keamanan Juli 2026 untuk 58 perangkat. Cek daftar HP yang kebagian update dan segera pasang untuk perlindungan data Anda!
Ilustrasi penjualan hewan kurban. /Bisnis-Arief Hermawan P
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul mengklaim kekurangan hewan kurban jelang Iduladha 2024. Sebab, hewan kurban yang diperjual belikan dan akan dipotong sebagian besar berasal dari luar Bantul dan DIY.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengatakn kebutuhan hewan kurban, utamanya sapi adalah sebanyak 7.000 ekor. Sementara dari kebutuhan tersebut, 10 persen berasal dari Bantul. Artinya 90 persen kekurangannya harus didatangkan dari luar Bantul dan DIY.
"Memang mayoritas berasal dari luar Bantul DIY. Sapi yang ada di Bantul rata-rata sapi betina. Karena yang ada di Bantul ini adalah pembibitan. Jadi mereka beli dari luar, terus dipelihara satu hingga dua bulan, sebelum akhirnya dijual lagi," kata Joko Waluyo, Sabtu (24/5/2024).
Adapun sapi yang didatangkan, ungkap Joko rata-rata berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Pulau Madura dan Bali. Menurut Joko, krisis hewan kurban jika dialami untuk kambing. Di mana, kebutuhan kambing di Bantul selama ini disuplay oleh beberapa wilayah di luar Bantul dan DIY. Sebab, jika mengandalkan stok kambing di Bumi Projotamansari, jelas tidak memenuhi.
"Setiap hari untuk konsumsi saja butuh 800an ekor. Belum kebutuhan kambing untuk hewan kurban sekitar 15.000 ekor. Oleh karena itu, wajar jika hewan-hewan itu didatangkan dari luar Bantul dan DIY," jelas Joko.
BACA JUGA: Pedagang Kambing Kurban di Bantul Ini Pakai Jasa SPG Buat Gaet Pembeli
Joko mengungkapkan, sejauh ini, dinas telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan populasi kambing dan sapi di Bantul. Selain inseminasi buatan, Joko menyampaikan dinas telah berupaya perpendek trafik interval kelahiran.
"Semua sudah kami lakukan. Apalagi, kebutuhan daging di DIY paling tinggi ada di Bantul," ucap Joko.
Hal sama juga diakui oleh salah satu pedagang hewan kurban di Murtigading, Sanden, Budi Santosa. Budi mengungkapkan, selama ini dirinya mengambil sapi dari Pulau Madura. Hewan tersebut jauh-jauh hari diambil dari Pulau Garam dan dirawat selama beberapa bulan sebelum akhirnya dijual sebagai hewan kurban.
"Untuk sekarang sudah banyak yang terjual. Untuk hewan kurban, sapi jantan yang banyak terjual," ucap Budi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Xiaomi rilis update keamanan Juli 2026 untuk 58 perangkat. Cek daftar HP yang kebagian update dan segera pasang untuk perlindungan data Anda!
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Polda Metro Jaya memastikan kabar ajudan Febrie Adriansyah tewas ditembak merupakan hoaks. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo.
Sport tourism menjadi salah satu instrumen untuk mengejar target kunjungan wisatawan pada 2026 yang dipatok mencapai 8.553.878 orang.
Pemerintah mengkaji insentif kendaraan listrik yang akan dikaitkan dengan pengembangan mobil dan motor nasional untuk memperkuat industri EV.
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.