Nonton WJNC Tak Perlu Khawatir Tarif Parkir, Dishub Jogja Perketat Pengawasan
Dishub Kota Jogja memperketat pengawasan parkir selama WJNC 2026. Tarif tetap sesuai Perda, mulai Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Sejumlah personel SAR gabungan memantau muara Sungai Serang, di kawasan wisata Pantai Glagah di Kapanewon Temon, Kulonprogo, pada Kamis (7/1/2022)/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Sejumlah sungai yang melintas di wilayah Bantul tercemar bakteri fecal coliform. Hal ini terungkap berdasarkan pemantauan indeks kualitas air (IKA) yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan Sungai Opak dan Sungai Gajahwong dalam kondisi cemar berat pada pemantauan periode 1 tahun 2023.
Penyebabnya karena nilai parameter fecal coliform seluruh titik di sungai tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan yaitu 1.000 MPN/100ml, sementara nilai fecal coliform sesuai hasil pemantauan antara 1.500.000 - 4.300.000 MPN/100ml.
Sementara konsentrasi fecal coliform yang tinggi juga terjadi di Sungai Winongo, Tirtonirmolo, Kasihan yaitu sebesar 920.000 MPN/100 ml. "Penyebab tingginya nilai fecal coliform melebihi baku mutu dapat disebabkan oleh banyaknya aktivitas domestik, pertanian dan peternakan,” katanya, Kamis (30/5/2024).
Sekadar informasi, Fecal coliform merupakan bakteri yang dapat ditemukan pada usus manusia dan hewan berdarah panas. Bakteri tersebut termasuk dalam keluarga Enterobacteriaceae, dan jenis yang paling umum diidentifikasi adalah Escherichia coli (E.Coli).
Fecal coliform adalah indikator yang umum digunakan untuk mengukur tingkat pencemaran air oleh kotoran manusia dan hewan. Kondisi ini terjadi di Sungai Opak, Sungai Gajahwong dan Sungai Winongo yang mengaliri wilayah Bantul.
BACA JUGA: Pencemaran Sungai Bengawan Solo, Gibran: Nanti Jadi Perhatian untuk Gubernur Berikutnya
Menurut Purwadi, sumber pencemaran bakteri fecal coliform bersumber dari buangan limbah rumah tangga, buangan septic tank, cemaran kotoran hewan ternak dan pupuk. Pada tahun 2023, DLH melakukan sampling pola perilaku masyarakat dalam membuang sampah maupun limbah domestik ke sungai masih cukup tinggi.
"Secara visual pada saat pemantauan terlihat warna air keruh," katanya.
Dia menuturkan keberadaan fecal coliform dalam air dianggap sebagai tanda pencemaran tinja yang mungkin mengandung mikroorganisme penyebab penyakit. Karena itu menurut dia, pengukuran fecal coliform tersebut penting sebagai indikator kualitas air dan keselamatan sanitasi air di wilayah Bantul.
"Untuk menurunkan nilai fecal coliform yang masuk ke perairan dapat dilakukan dengan mengoptimalkan pengelolaan air limbah baik melalui IPAL domestik, komunal maupun IPAL domestik skala perkotaan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Kota Jogja memperketat pengawasan parkir selama WJNC 2026. Tarif tetap sesuai Perda, mulai Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Persebaya menghadapi Isenmulang Kalteng FC pada pekan keempat Super League 2026/2027. Tavares waspadai lawan, Rivera mulai berlatih
Jam nuklir berbasis thorium-229 buatan Tiongkok tercatat enam kali lebih stabil daripada prototipe Wina. Simak cara kerja dan potensinya.
WhatsApp menguji Restricted Chat di Android dan iOS beta. Fitur ini membatasi ekspor chat, penyimpanan media, Meta AI, dan perangkat tertaut.
Persaingan chipset smartphone 2026 melibatkan Snapdragon, Dimensity, dan Exynos. Simak dampaknya pada AI, gaming, dan baterai.
Jorge Jesus merespons pernyataan Cristiano Ronaldo yang mengaku dua kali dikecewakan soal janji bermain dan kesepakatan dengan pelatih Portugal.