Akses Air Perpipaan di Kota Jogja Rendah, Pencemaran Sumur Disorot
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Tumpukan sampah di TPA Piyungan Kabupaten Bantul. – Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul tidak akan mencari lokasi Tempat Penampungan Sampah (TPS) Sementara lain setelah kapasitas TPS Sementara Gadingsari penuh. DLH Bantul akan gunakan beberapa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang tengah dibangun.
"Kapasitas TPS Sementara Gadingsari akan penuh pertengahan Juni [2024]. Disana [TPST Gadingsari] akan ditutup sekitar 15 Juni 2024," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bambang Purwadi Nugroho, Senin (3/6/2024).
Dia menuturkan saat ini TPS Gadingsari telah menampung sebagian besar sampah yang diproduksi Bantul sekitar 90 ton per hari. Setelah kapasitasnya penuh, DLH Bantul tidak membuka lokasi lain yang digunakan sebagai TPS Sementara.
BACA JUGA: Viral Seniman Menari di Antara Tumpukan Sampah, Respons Darurat Sampah di Jogja
Dia menuturkan opsi mencari lokasi TPS Sementara lain telah dilakukan sebelumnya. Namun, menurutnya tidak mudah mencari lokasi lain.
"Kesulitan yang kami hadapi antara lain ada warga yang menolak beberapa TPS Sementara yang jadi opsi kami. Selain itu, lahan yang ada luasnya terbatas, dan akses [alat berat] ke beberapa lokasi juga sulit," katanya.
Dia menuturkan pihaknya akan menggunakan beberapa TPST lain yang masih dalam progres pembangunan.
Dia menargetkan TPST Argodadi akan mulai beroperasi pada akhir Juni 2024. Progres pembangunan TPST tersebut saat ini telah mencapai 54 persen. TPST tersebut ditargetkan mampu mengolah 20 ton sampah per hari.
Kemudian untuk ITF Bawuran yang digarap oleh Perumda Aneka Dharma juga ditargetkan rampung pada akhir Juni 2024. Menurutnya pembangunan infrastrukturnya telah mencapai 49 persen. Sementara, alat pengolah sampah yang akan digunakan disana telah berada disana.
"Kita terus memonitoring agar progres pekerjaan bisa sesuai," katanya.
Sementara TPST Modalan yang pembangunannya dipegang pemerintah pusat ditargetkan rampung pada awal September 2024. Saat ini progres TPST tersebut sudah 50%. Dia pun mengaku lantaran digarap oleh pemerintah pusat, pihaknya hanya menunggu dan memantau pekerjaan konstruksi disana.
BACA JUGA: 60 Ton Sampah Kota Jogja Akan Diolah di Bantul
Dia pun berupaya mengoptimalkan beberapa TPS3R yang ada di Bantul. Saat ini pihaknya juga masih mengerjakan pembangunan TPS3R Tamanan. TPS3R tersebut ditargetkan akan mampu mengolah sampah hingga 10 ton per hari.
Dia menuturkan lantaran ada selang waktu antara penuhnya kapasitas TPS Sementara Gadingsari dengan beroperasinya beberapa TPST, pihaknya akan mengoptimalkan mengolahan sampah melalui beberL TPS3R yang telah ada di Bantul. Selain itu, dia juga mendorong agar warga turut mengelola sampahnya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Bea Cukai Kudus menerapkan ultimum remidium terhadap tujuh kasus rokok ilegal dengan total denda Rp582,71 juta sepanjang semester I/2026.
PDIP memperingati 30 tahun Kudatuli dengan aksi teatrikal, ritual adat, dan pembacaan puisi di Gedung DPP PDIP di Jakarta.
Sebanyak 11 SPPG di Sleman menghentikan operasional sementara akibat kendala renovasi, IPAL, dan administrasi.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp5 miliar untuk memperbaiki tiga ruas jalan pada 2026. Dua proyek sudah memasuki tahap kontrak.