Lima Hari Hilang di Hutan Pathuk, Petani Turi Ditemukan Meninggal
Petani asal Turi, Sleman, Gito Sahono Giman, ditemukan meninggal setelah lima hari hilang di Hutan Pathuk. Tim SAR mengevakuasi korban.
Sejumlah progres konstruksi di Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman pada Kamis (6/6/2024)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Selain pengerjaan bore pile yang mulai terlihat masif, sejumlah lorong juga nampak di lokasi proyek jalan Tol Jogja-Solo ruas Trihangho-Junction Sleman. Adapun lorong-lorong ini merupakan konstruksi box culver yang bakal dilewati oleh warga saat beraktivitas.
Sesuai namanya box culvert merupakan beton berbentuk persegi dengan rongga besar di tengahnya. Boks ini dapat digunakan sebagai drainase maupun struktur underpass untuk lalu-lintas kendaraan.
"Di Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman pembangunan box culvert nyaris tuntas. Hanya kurang dua box culvert dari 20 titik," kata Humas PT. Adhi Karya pembangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, Kamis (6/6/2024).
Sementara tak jauh dari Kalurahan Tirtoadi, konstruksi beton memanjang dengan tinggi beberapa meter nampak terlihat di tepi Jl. Cebongan-Sidomoyo. Menurut keterangan Agung konstruksi tersebut merupakan abutment. Konstruksi ini berperan untuk menyangga balok-balok girder yang diletakkan antar abutment.
"Itu abutment untuk dudukannya girder nanti. Nanti girder-nya di situ. Girder itu balok penyangga itu," jelasnya.
Praktis bila sudah jadi digarap, jalan tol akan melintas di atas di salah satu titik di Jl. Cebongan-Sidomoyo. "Iya jalannya di bawah itu nantinya," lanjutnya.
Sejumlah hasil pengerjaan konstruksi Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman mulai terlihat. Penggarapan bore pile hingga box culvert terlihat masif digarap oleh pengembang tol.
Dari pantauan Reporter Harian Jogja di area lokasi proyek, kerangka baja atau besi berbentuk menyerupai tabung nampak tengah digarap para pekerja. Sejumlah eskavator juga terus bergerak melakukan sejumlah pengerjaan. Sementara truk pembawa muatan terlihat hilir mudik di area proyek.
Agung menjelaskan kerangka menyerupai pilar tadi adalah kerangka borepile. Borepile merupakan pilar penyangga tol elavated atau melayang. Kerangka penyangga tol tersebut panjangnya mencapai puluhan meter.
"Itu 30 meter, setiap 10 meter nanti kita las, kita sambung masuk lagi, sambung masuk lagi sampai 30 meter," terang Agung.
Teknik bore pile berbeda dengan teknik tiang pancang. Teknik bore pile dilakukan dengan cara mengebor tanah dengan kedalaman tertentu untuk selanjutnya dipasang tulangan besi lalu kemudian dicor. Konstruksi ini yang akan menjadi penyangga tol melayang di Tol Jogja-Solo ruas Trihanggo-Junction Sleman.
Hingga awal Juni lubang bore pile di area Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 sudah mencapai angka ratusan. "Sudah lebih dari 300-an, lebih," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani asal Turi, Sleman, Gito Sahono Giman, ditemukan meninggal setelah lima hari hilang di Hutan Pathuk. Tim SAR mengevakuasi korban.
KSAL Muhammad Ali menyebut karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak separah kabar yang beredar di media sosial.
Pemerintah tambah 1.500 personel TNI, enam helikopter, OMC, pompa dan bor air untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar.
Malaysia membidik pasar wisata medis Indonesia. Pendapatan dari pasien Indonesia mencapai Rp8 triliun pada 2025, naik 24%.
Pemkab Bantul membahas penataan kawasan Panggung Krapyak, termasuk rencana pengaturan tinggi dan bentuk bangunan di sekitar Sumbu Filosofis.
Hadeging Pakualaman 2026 diperingati dua kali karena kalender Masehi dan Jawa. Ada lomba seni, budaya, aksara Jawa, hingga tradisi.