Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kendaraan melintas di depan TKP ABA beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Relokasi juru parkir dan pedagang Tempat Parkir Khusus (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) sudah berlangsung saat ini hingga 6 Juni mendatang. TKP ABA sudah ditutup pagar sepenuhnya dan tidak bisa beroperasi lagi mulai Senin (2/6/2025).
Pengelola TKP ABA, Doni Rulianto, menjelaskan Minggu (1/6/2025) merupakan hari terakhir para juru parkir dan pedagang beraktivitas di lokasi tersebut.
BACA JUGA: Tempat Relokasi Sudah Siap, Jukir dan Pedang di Parkir ABA Mulai Direlokasi
“Aktivitas terakhir sampai dengan hari ini. Besok senin sudah mulai ful pemagaran,” ujarnya, Minggu (1/6/2025).
Meski sudah ditutup pagar, para pedagang masih bisa mengakses keluar-masuk TKP ABA untuk pemindahan barang-barang.
“Persiapan para pedagang mulai besok. Kalau tidak salah diberi waktu sampai 6 Juni untuk pindahannya,” katanya.
Pihaknya bersama para juru parkir dan pedagang sudah mengecek langsung lokasi baru yakni di eks Menara Kopi Kotabaru. Menurutnya, tempat relokasi tersebut belum siap 100%.
“Karena saya sama tim juga harus bersih-bersih dulu untuk penataan pedagangnya,” paparnya.
Tempat relokasi tersebut menurutnya berbentuk seperti hangar, sehingga harus ditata dulu untuk ditempati para pedagang. Untuk pembagian lapak dan sebagainya diserahkan ke pengelola atau para pedagang sendiri.
“Makanya terdekat ini kita harus bersih-bersih dulu,” kata dia.
Ia berharap Pemkot Jogja maupun Pemda DIY bisa merealisasikan janjinya untuk mempromosikan tempat relokasi ini.
“Supaya ada keramaian, kemudian di sini juga ada area parkir yang tidak terlalu jauh untuk menuju Malioboro,” ungkapnya.
Di samping itu, ia juga berharap pemerintah bisa memberi kelonggaran dengan mengizinkan bus untuk bisa parkir di tempat relokasi tersebut. “Karakter pedagang lebih mantap kalau ada bus wisata. Karena segmennya pedagang sudah terbiasa di segmen wisata. Ga mudah membuat segmen baru,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah tidak kaku dengna melarang bus parkir di lokasi tersebut sebagai bentuk win win solution.
“Kami sudah siap ditata, kami berharap pemerintah ya tidak kaku dengan masyarakatnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.