Advertisement

Pemkab Bantul Pastikan TPST Dingkikan Mulai Beroperasi Bulan Depan

Jumali
Sabtu, 15 Juni 2024 - 17:57 WIB
Ujang Hasanudin
Pemkab Bantul Pastikan TPST Dingkikan Mulai Beroperasi Bulan Depan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat mengecek alat penyaring yang akan dipasang di TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu, Sabtu (15/6/2024) siang - Harian Jogja/Jumali

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu sudah bisa beroperasi pada Juli 2024. Namun, kapasitas dari operasional TPST yang berada di atas lahan Sultan Ground seluas 6.000 meter persegi tersebut masih terbatas, yakni 20 ton perhari.

"Jadi ada tiga modul di sini dan akan diselesaikan secara lengkap pada September 2024. Akan tetapi, modul pertama yang berada di paling timur itu sudah bisa beroperasi pada awal Juli 2024 dengan kapasitas per modul 20 ton per hari," kata Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat meninjau pembangunan TPST Dingkikan, Argodadi, Sedayu, Sabtu (15/6/2024) siang.

Advertisement

Dengan kapasitas tersebut, lanjut Halim, maka TPST Dingkikan total akan mampu mengelola sebanyak 60 ton sampah per hari. Keberadaan TPST Dingkikan adalah untuk melengkapi keberadaan ITF Bawuran dan ITF Modalan serta ITF Niten.

"ITF Modalan itu nanti kapasitasnya 50 ton, dan ITF Bawuran kapasitasnya lebih besar, karena luasan lahan besar dan metode berbeda. Untuk ITF Bawuran pakai insenerator. Sehingga residu akan dimusnahkan disana. yang sisanya hanya abu," lanjut Halim.

Sementara untuk TPST Dingkikan, Halim mengungkapkan, hasil pengolahan TPST dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) itu tidak hanya menjadi kompos, akan tetapi juga menjadi keripik bahan bakar pengganti batubara. Keripik batubara tersebut, nantinya akan diambil oleh pabrik semen yang ada di Cilacap, yakni PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).

"Karena kan kami sudah kerja sama dengan PT SBI. Jadi kita memang banyak menggunakan metode pengolahan sampah. Sehingga kami optimistis dengan pembangunan TPST yang saat ini berjalan nantinya tidak hanya selesaikan masalah sampah di Bantul, tapi juga sebagian sampah dari Kota Jogja," jelas Halim.

Halim menjelaskan, beberapa waktu lalu, dirinya telah melakukan penandatanganan kerja sama dengan Wali Kota Jogja terkait penanganan sampah di Kota Jogja. Untuk itu, dirinya meminta waktu kepada masyarakat untuk segera menyelesaikan pembangunan TPST di Bantul.

"Tentu, ada goncangan kecil itu hal biasa. Kami optimistis sampah bisa selesai. Saya mohon waktu selesaikan instalasi mudah-mudahan semua ready di 2024. Sehingga bisa segera operasionalkan," papar Halim.

BACA JUGA: Disiapkan Dana Rp20 Miliar, Begini Progres Pembangunan TPST Dingkikan

Halim juga berpesan kepada masyarakat Bantul untuk tidak membuang sampah sembarangan. Ia meminta agar sampah dikelola secara mandiri. Jika tidak bisa, Bupati Halim minta warga untuk menggunakan jasa dari para pengusaha sampah.

"Seperti kemarin, kita telah membuat 5.000 jugangan di Caturhatrjo. Jugangan itu untuk menampung sampah organik. Artinya, 70 persen sampah organik selesai. Untuk sampah nonorganik silakan masyarakat kumpulkan saja, nanti akan ada yang membeli," harap Halim.

Hanya untuk Bantul

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul Bambang Purwadi mengungkapkan jika sampah yang akan diterima di TPST Dingkikan pada Juli mendatang adalah sampah yang berasal dari Bantul.

"Ini hanya untuk melayani Bantul saja. Ini kan spacenya hanya 20 ton saja. Insyaallah modul 1 sudah bisa beroperasional pada Juli 2024," kata Bambang.

Untuk operasional, Bambang mengaku akan melibatkan warga sekitar. Untuk TPST Dingkikan, Bambang memperkirakan kebutuhan tenaga kerja sekitar 50 orang. "Tapi untuk yang modul pertama nanti butuh 18 orang dan nanti bertahap. Nanti 70 persen dari warga sekitar tapi yang memenuhi syarat tentunya," ucap Bambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Penarikan Paspor Firli Bahuri, Ditjen Imigrasi Bakal Cek Ulang

News
| Selasa, 16 Juli 2024, 21:17 WIB

Advertisement

alt

6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Bogor

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement