Advertisement

Konversi Motor Listrik Bersubsidi Momentum Beralih ke Kendaraan Ramah Lingkungan

Yosef Leon
Kamis, 20 Juni 2024 - 06:57 WIB
Ujang Hasanudin
Konversi Motor Listrik Bersubsidi Momentum Beralih ke Kendaraan Ramah Lingkungan Uji kendaraan dan peresmian bengkel konversi motor berbahan bakar fosil ke motor listrik di SMK Muhammadiyah 3 Jogja, Selasa (11/6 - 2024). istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Layanan konversi motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik mulai diminati di Jogja. SMK Muhammadiyah 3 sebagai salah satu penyedia layanan konversi ini pun mulai kebanjiran pesanan.

Teaching faktory yang baru saja diresmikan itu berlokasi pas di sebelah barat laut SMK Muhammadiyah 3 di Jalan Pramuka, Giwangan, Umbulharjo, Kota Jogja. Di tempat itu lah kreativitas murid sekolah setempat dituangkan untuk mengkonversi motor berbahan bakar BBM atau fosil menjadi motor listrik. 

Advertisement

Ruangannya kurang lebih seluas 6×8 m² dan cukup lengang dijadikan sebagai pusat perakitan konversi motor listrik. Di dalamnya banyak dipajang aneka jenis motor yang sudah dikonversikan oleh murid sekolah itu, mulai dari jenis bebek, matic bahkan sepeda motor jenis sport. 

Jika dilihat sekilas tak ada yang berbeda antara motor listrik dengan jenis sepeda motor biasanya yang berbahan bakar BBM. Namun, jika diperhatikan dengan detail terutama jenis bebek akan terlihat pada bagian mesin yang kentara dan knalpot yang dicopot. 

Sementara untuk jenis matic yang dikonversi menjadi motor listrik, perbedaan tak terlalu signifikan. Hanya suara motor yang menjadi lebih halus atau bisa dibilang lebih mendesis lantaran knalpot yang dicopot. Sementara onderdil lain tetap seperti semula. 

Sudah Mengkonversi 50 Motor Listrik 

Dalam program konversi motor listrik ini SMK Muhammadiyah 3 Jogja bekerja sama dengan Kementerian ESDM RI. Sebagai tahan awal motor berpelat merah milik Pemda DIY sudah dikonversi menjadi motor listrik. Motor disediakan Pemda DIY sementara peralatan didukung oleh Kementerian ESDM.

Hansya Raisya Putra murid kelas XI jurusan Teknik Sepeda Motor yang terlibat dalam program itu mengatakan, kurang lebih dirinya dan tim sudah mengkonversi sebanyak 50 unit sepeda motor. Satu unit motor bisa dikerjakan selama beberapa hari dengan personel sebanyak empat atau lima orang didampingi guru. 

"Memang proses pengerjaan satu unit motor itu cukup lama. Satu motor bisa dua atau tiga hari pengerjaannya," kata Hansya.

Adapun proses pengerjaan dimulai dengan melepas semua kover mesin dan dinamo sepeda motor. Selanjutnya dibuat dudukan baterai dan controler di bagian bawah bagasi, setelah terpasang kemudian sistem kelistrikan motor harus dimodifikasi agar kompatibel dengan komponen baru. Setelah semua komponen terpasang, motor harus diuji coba untuk memastikan fungsinya. 

"Untuk baterai itu kapasitas 72 volt dan dinamo kurang lebih 200 sampai 300 watt," ungkapnya.

BACA JUGA: Subsidi Motor Listrik, Pemerintah Beri Kuota 800.000 Motor Listrik Baru

Dalam kondisi baterai penuh, motor listrik itu bisa menempuh jarak 50 km. Sementara untuk pengisian ulang dalam waktu tiga jam baterai sudah terisi penuh. Sepeda motor listrik ini diklaim lebih ramah lingkungan lantaran tidak melepas karbon sehingga cocok jadi pilihan. 

Biaya Konversi Motor Listrik 

Kepala Sekolah SMKN 3 Kustejo menerangkan, sekolahnya mulai mengerjakan permintaan konversi sepeda motor berbahan bakar fosil ke motor listrik sejak beberapa waktu lalu. Guna mendukung layanan ini pihaknya pun telah membuka bengkel konversi yang terletak di Jalan Pramuka No. 62, Umbulharjo, Kota Jogja. 

"Pesanan konversi ke motor listrik sementara dari internal guru kami, rekanan SMA dan SMK serta para murid sudah ada yang masuk. Sekitar puluhan dan sekarang tengah kami usulkan ke KemenESDM untuk mendapat bantuan subsidi," katanya. 

Program yang diluncurkan pemerintah pada tahun lalu itu memang mendapatkan bantuan subsidi bagi masyarakat umum yang hendak mengkonversi sepeda motor berbahan bakar fosil ke motor listrik. Besaran subsidinya berkisar Rp10 juta. Tetapi jenis sepeda motornya diutamakan yang keluaran terbaru atau produksi tahun tinggi. 

SMK 3 Muhammadiyah sekarang juga tengah membuka layanan konversi gratis yang biaya pengerjaannya dibebankan kepada pemerintah melalui anggaran subsidi tersebut. Masyarakat umum dari kalangan guru dan murid bisa mengakses layanan itu dengan ketentuan mendaftarkan dengan menyertai surat lengkap kendaraan dengan kondisi pajak hidup. 

"Layanan konversi gratis terbatas kuotanya yakni 1.000 unit untuk tahun ini. Kami juga menerima layanan konversi yang non subsidi dengan rentang harga Rp15-17 juta," katanya. 

Menurut Kustejo, terdapat tiga jurusan keahlian di sekolah itu yang mengerjakan konversi motor listrik yakni teknik sepeda motor (SPM), teknik mesin dan kelistrikan. Semuanya dikerjakan oleh para siswa dengan rincian dua rombongan belajar (rombel) dari teknik SPM, dua rombel teknik mesin dan satu rombel dari jurusan kelistrikan. 

"Satu motor dikerjakan dua atau tiga hari ditambah dengan produksi dudukan mesin yang memakan waktu dua sampai tiga hari," ujarnya. 

BACA JUGA: Menjajal Motor Listrik Pertama Honda EM1 E:

Sesuai dengan standar ketentuan yang berlaku, satu unit motor listrik akan dilengkapi dengan satu baterai yang dayanya mampu bertahan selama tiga jam untuk menempuh jarak 50 km. Tidak ada jenis sepeda motor khusus yang disarankan dikonversi ke motor listrik, pihaknya mengaku bisa melayani konversi semua jenis sepeda motor baik bebek maupun matic. 

Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah Didik Suhardi berharap SMK Muhammadiyah 3 Jogja dapat berkembang menjadi industri besar dalam bidang konversi motor listrik dan produksi suku cadangnya. Didik juga berharap konversi serupa dapat dilakukan oleh SMK Muhammadiyah di wilayah lain dengan SMK Muhammadiyah 3 Jogja sebagai mentor.

"Kami berharap ke depan akan ada Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) yang dapat mengkonsolidasi hasil-hasil konversi motor listrik ini, sehingga bisa diproduksi secara massal, tidak hanya untuk motor plat merah. Ini sangat relevan dengan program pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik," pungkas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Penarikan Paspor Firli Bahuri, Ditjen Imigrasi Bakal Cek Ulang

News
| Selasa, 16 Juli 2024, 21:17 WIB

Advertisement

alt

6 Destinasi Wisata Alam yang Wajib Dikunjungi di Bogor

Wisata
| Minggu, 14 Juli 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement