Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Dinas Kesehatan Kota Jogja menggelar sosialisasi KSSJ di kelurahan, beberapa waktu lalu./ist Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat adanya peningkatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayah Kota Jogja pada 2024. Pemkot Jogja pun mengintensifkan kembali Kelurahan Siaga Sehat Jiwa (KSSJ).
Dari catatan Dinas Kesehatan Kota Jogja, jumlah ODGJ pada 2023 sebanyak 1239 jiwa, termasuk warga luar wilayah. Kemudian pada 2024, sampai dengan bulan Mei saja sudah ada sebanyak 1101 jiwa, termasuk warga luar wilayah.
BACA JUGA: Viral ODGJ di Jalan Taman Siswa Jogja Meronta Saat Diamankan Satpol PP
Kepala Seksi Promosi Kesehatan Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota jogja, Arumi Wulansari, mengatakan untuk merespon hal ini, perlu digiatkan kembali Kelurahan Siaga Sehat Jiwa (KSSJ) di setiap wilayah.
“Selama ini terbentuknya tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat yang aktif hanya di Kemantren. Untuk di Kelurahan belum ada. Dengan jumlah ODGJ yang saat ini mengalami peningkatan, maka perlu menggiatkan kembali KSSJ ini,” ujarnya, Selasa (25/6/2024).
Pihaknya mengatakan, dalam penanganan ODGJ di Kota Jogja, Kelurahan bekerjasama dengan tim dari sektor lainnya seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, LPMK, PKK, Karang Taruna dan sebagainya. Pihaknya juga melakukan sosialisasi terkait KSSJ di 45 Kelurahan yang sampai saat ini sudah berjalan di 19 Kelurahan.
Menurutnya, peran penting dalam menangani ODGJ yakni dari keluarga pasien. Dimana masih ditemukan banyak keluarga yang malu untuk mengakui dan melaporkan keluarga yang menderita ODGJ ke puskesmas atau posyandu yang di wilayahnya.
“Pengaruh keluarga pasien ini sangat penting. Jangan sampai kurangnya perhatian lebih dari keluarga memperburuk kondisi pasien dengan stigma malu memiliki salah satu keluarga yang menderita ODGJ. Kita tekankan, jangan ada stigma di masyarakat,” paparnya.
Menurutnya, kesehatan mental berpotensi besar diderita oleh anak-anak dan remaja. Dengan berbagai macam faktor mulai dari putus cinta, tidak sesuai dengan mimpi yang dikejar, keseringan menggunakan gadget, masalah keluarga atau broken home.
ODGJ Lansia
Lansia juga memiliki potensi yang tinggi, terutama yang memiliki riwayat sakit kronis yang menyebabkan stres berkepanjangan. “Maka perlu adanya deteksi dini dengan skrining kesehatan jiwa yang bisa dilakukan secara mandiri, ke posyandu maupun puskesmas juga ada. Dengan ini, gangguan jiwa dapat ditekan,” ujarnya.
Ia berpesan, bagi warga Kota Jogja yang ingin membantu ODGJ di wilayahnya, masyarakat bisa melaporkan melalui RT, RW kemudian melaporkan ke Kelurahan. Sehingga penderita ODGJ dapat segera tertangani dengan baik.
“Jika tidak memungkinkan ke puskesmas, maka tim puskesmas akan menyambangi rumah pasien. Dengan upaya yang dilakukan melalui sosialisasi, harapannya masyarakat mau menerima dan ikutserta dalam pelaksanaan perkembangan KSSJ di wilayah,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 24 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.