Belanja APBD Sleman Baru 31 Persen, Harga BBM Hambat Proyek Fisik
Realisasi belanja APBD Sleman hingga Mei 2026 baru mencapai 31,22 persen. Fluktuasi harga BBM menjadi salah satu penyebab lambatnya pelaksanaan proyek fisik.
Foto ilustrasi penutupan penambangan. /Antara.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga meminta aktivitas penambangan yang berada di Tancep, Ngawen dan Serut, Gedangsari ditutup secara permanen agar tidak semakin merugikan warga. Saat ini telh dilakukan penertiban oleh pihak berwenang namun hanya bersifat sementara.
Di sisi lain warga Padukuhan Sumberan, Kalurahan Tancep, Gunungkidul merasa tidak dilibatkan dalam diskusi penghentian sementara aktivitas penambangan. Mereka khawatir penertiban penambangan itu hanya bersifat sementara dan akan beroperasi lagi di kemudian hari.
BACA JUGA : Diduga Ilegal, Tambang di Ngawen Gunungkidul Ditutup Sementara
Salah satu penduduk yang juga mewakili warga Sumberan, Antok mengatakan dia dan warga lain hanya melihat dari kejauhan sembari mendokumentasikan. “Mungkin yang diajak diskusi pekerja tambang tersebut yang dari warga sini yang pro tambang,” kata Antok dihubungi, Rabu (26/6/2024).
Padahal dia dan warga ingin berunding agar kegiatan penambangan tersebut dapat ditutup permanen. Pasalnya, aktivitas penambangan di titik galian C itu disinyalir akan memperparah kekeringan yang terjadi di Padukuhan Sumberan.
Kepala Balai Pengawasan dan Pengendalian Perizinan Energi Sumber Daya Mineral (P3ESDM) DPUP-ESDM DIY, Aris Pramono mengatakan pelibatan warga dalam kunjungan pada Rabu, (26/6/2024) memang belum dilakukan.
Menurut Aris, penertiban aktivitas penambangan itu adalah ranah atau kewajiban mereka. Sebab itu, tim terpadu yang terdiri dari berbagai unsur langsung menertibkan. “Bisa kok melibatkan masyarakat. Tapi prosesnya perlu persiapan juga. Kalau tidak nanti akan rumit,” kata Aris.
Aris menambahkan ada empat titik galian tambang. Satu titik berada di Kalurahan Tancep, Ngawen dan tiga titik berada di Kalurahan Serut, Gedangsari.
Di Kalurahan Tancep, perusahaan telah diberikan surat peringatan (SP) 1 pada Selasa (25/6/2024) oleh DPUP-ESDM DIY. Dalam peninjauan tim terpadu Rabu (26/6/2024) tim tidak mendapati adanya kegiatan. Namun, ada satu unit alat berat. Di lokasi itu juga, tim bertemu dengan koordinator lapangan dan direktur perusahaan. Perusahaan menyanggupi penghentian sementara aktivitas penambangan.
“Perusahaan yang menambang di Padukuhan Sumberan itu sudah punya surat izin pertambangan batuan [SIPB], tapi dokumen lingkungan hidup tidak ada. SIPB ini juga diberikan langsung dari Kementerian Investasi/ BKPM [Badan Koordinasi Penanaman Modal],” katanya.
BACA JUGA : Dinilai Ilegal dan Ancam Sumber Air, Penambangan di Sumberan Ngawen Ditolak Warga
Adapun hasil peninjauan tim terpadu terhadap pertambangan tanpa izin (PETI) di Kalurahan Serut adalah tidak ada kegiatan penambangan, namun ada dua alat berat. Selain itu, PETI di lokasi yang sama di Dusun Rejosari didapat ada dua alat berat dan delapan truk. Mereka diminta untuk menghentikan kegiatan, karena belum memiliki izin.
Menanggapi permintaan warga Padukuhan Sumberan yang menginginkan penghentian permanen aktivitas penambangan, Aris mengaku perusahaan akan dipertemukan dengan warga. Pertemuan ini terjadi selama proses pembuatan dokumen lingkungan hidup.
“Dalam penyusunan dokumen lingkungan kan ada pencermatan dampak sosial dan kesepakatan warga seperti apa nantinya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi belanja APBD Sleman hingga Mei 2026 baru mencapai 31,22 persen. Fluktuasi harga BBM menjadi salah satu penyebab lambatnya pelaksanaan proyek fisik.
Kasus tabrak BMW listrik dan ojol di Meruya Selatan diselesaikan damai melalui mediasi polisi dengan pendekatan restorative justice.
Fenomena Viking Row suporter Norwegia viral di Piala Dunia 2026, dukung Haaland dan Odegaard dengan aksi mendayung khas Viking.
Pria 44 tahun ditemukan tewas gantung diri di Tegalrejo, Jogja. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan dari hasil pemeriksaan awal.
Seorang petani di Kulonprogo mengantar anak disabilitas ke job fair Disnaker, berharap sang anak mendapat pekerjaan yang layak dan mandiri.
Oracle memangkas 21.000 karyawan akibat restrukturisasi dan adopsi AI, sebagai bagian efisiensi bisnis cloud dan infrastruktur digital.