Stunting di Kota Jogja Menurun, Kotagede Masih Tertinggi
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Ilustrasi-Proyek pembangunan atau pengaspalan jalan di ruas Jalan Caturharjo - Bambanglipuro yang melintasi empat pedukuhan di dua kecamatan wilayah Bantul. - Antara/Hery Sidik
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berupaya meningkatkan aksebilitas dan produktivitas pertanian di wilayah selatan. Hal itu dilakukan dengan membangun Jalan Usaha Tani di Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan jalan usaha tani tersebut membentang sepanjang 5 kilometer. Jalan tersebut menghubungkan beberapa lahan pertanian di Kalurahan Parangtritis dengan jalan utama.
Dia menuturkan Pemkab Bantul telah bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk memajukan dan membudidayakan lahan pertanian, khususnya di lahan pasir. Dia menuturkan saat ini lahan pasir yang ada luasnya sekitar 1.200 kilometer. Karena itu, menurut Halim, pihaknya berupaya meningkatkan aksebilitas jalan untuk usaha pertanian di lahan pasir. Dengan begitu, menurutnya akan berdampak pada peningkatkan kesejahteraan petani.
“Jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses para petani dalam mengangkut hasil panen mereka [petani], sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani dapat meningkat," katanya, Kamis (27/6/2024).
Dia menuturkan pada tahun sebelumnya Pemkab Bantul bekerjasama dengan PLN telah berhasil memasang jaringan listrik di sepanjang lahan pertanian pasir. Kemudian pada tahun ini, pihaknya berupaya meningkatkan aksebilitas pertanian di lahan pasir dengan pembangunan jalan tersebut.
BACA JUGA: Bupati Halim Optimistis Aneka Dharma Bisa Kelola ITF Bawuran dengan Optimal
“Jalan ini diharapkan dapat mempermudah akses para petani dalam mengangkut hasil panen mereka, sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani dapat meningkat," katanya.
Sementara Lurah Kalurahan Parangtritis, Topo menyampaikan mengapresiasi langkah Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Pemkab Bantul Ngarsa karena mengizinkan warga untuk mengolah lahan pasir sebagai lahan pertanian. Menurutnya, pemanfaatan lahan pasir tersebut telah mendukung program peningkatan kesejahteraan bagi warga setempat.
"Dengan adanya jalan ini, kami para petani merasa sangat terbantu. Akses ke lahan pertanian dan ke pasar menjadi lebih mudah, sehingga biaya transportasi dapat ditekan dan hasil panen bisa lebih cepat sampai ke konsumen," katanya.
Dia pun berharap ke depan program pengembangan di kawasan selatan ditingkatkan, tidak hanya di sektor pertanian, namun juga pariwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
BNNP DIY bersama Bandara YIA mengedukasi pelajar Kulonprogo tentang bahaya narkoba. Peredaran pil sapi disebut menjadi ancaman serius bagi generasi muda.
Airlangga Hartarto optimistis sistem BI tetap solid saat transisi gubernur. KSSK memastikan kebijakan pro pertumbuhan dan pro stabilitas berlanjut.
Prabowo menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi keempat dunia dalam 25 tahun dan meminta lulusan IPDN 2026 menyiapkan diri menjadi pemimpin bangsa.
Menkop Ferry Juliantono menyebut minat generasi muda terhadap koperasi meningkat, ditandai lahirnya koperasi kreator konten, animator, dan petani milenial.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.