Parkir Bus di Eks Menara Kopi Kotabaru Naik Drastis Saat Libur Panjang
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Foto Ilustrasi proses pengolahan sampah dengan output berupa RDF di TPS3R Nitikan di Kota Jogja. Saat ini Pemkab Bantul mengupayakan pengelolaan sampah serupa salah satunya di TPST Modalan, Banguntapan, Bantul. /Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, BANTUL—Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Modalan telah mencapai 80%. TPST ini ditargetkan beroperasi pada September 2024 mendatang dan diproyeksikan mampu mengolah 27 ribu KK di Kapanewon Banguntapan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan TPST Modalan diproyeksikan mampu mengolah hingga 50 ton sampah per hari. Pengolahan akan dipilah antara jenis sampah organik dan non organik. “Harapannya [TPST Modalan] pada September [2024] sudah siap digunakan," katanya, Selasa (2/7/2024).
TPST Modalan diproyeksikan mampu mengolah sampah dari 27.000 Kartu Keluarga (KK) di Kapanewon Banguntapan. Kapanewon Banguntapan merupakan wilayah sub urban di Bantul, menjadi salah satu wilayah penyumbang sampah terbesar di Bantul.
"Faktor besarnya volume sampah yang dihasilkan Banguntapan karena memang penduduk Banguntapan juga yang terbanyak di Bantul dengan rata-rata pendapatan atau kesejahteraan warga yang juga lebih tinggi dibanding wilayah lain," ujarnya.
Di wilayah sub urban lain, Pemkab Bantul juga membangun TPST Dingkikan, di Kapanewon Sedayu. "Rencananya, akan ada beberapa TPST lain yang dibangun. Calon lokasinya ada. Tapi belum definitif,” katanya.
Rencana pembangunan TPST lain merupakan antisipasi Pemkab Bantul karena pada beberapa tahun mendatang diperkirakan volume sampah Bantul akan terus bertambah. "Terlebih, Bantul adalah daerah hilir yang menampung sampah dari kabupaten lain," ujarnya.
Pemkab Bantul memilih membangun TPST dan ITF sebagai basis pengolahan sampah, di antaranya menjadi pupuk organik atau disalurkan ke industri recycle. Oleh karena itu sampah yang ditampung ti
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Para pesepeda dari dalam dan luar negeri mengikuti ajang International Veteran Cycle Association Rally (IVCA Rally) 2026, Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.