Sapi Madura dan Bali Diburu untuk Kurban, Harga Rp25 Juta Paling Dicar
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
Ilustrasi lokasi Gua Cerme./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Tahun ini, Pemkab Bantul merancang masterplan pengembangan objek wisata Gua Cerme di Kapanewon Imogiri.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata (Dispar) Bantul, Yuli Hernadi menyampaikan saat ini masterplan Goa Cerme masih dalam tahap pengadaan.
Masterplan tersebut akan dilelang dalam waktu dekat. Meski begitu, Yuli tidak menyampaikan kepastian waktu kapan lelang akan dilakukan.
Meski begitu, menurut Yuli pihaknya menargetkan penggarapan masterplan tersebut akan rampung pada Desember 2024.
Yuli menyampaikan penggarapan masterplan Gua Cerme tersebut dimaksudkan untuk mengembangkan potensi yang ada di sana.
Menurut Yuli, Gua Cerme memiliki potensi alam yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. Meski begitu, menurutnya sarana prasarana yang ada disana masih kurang menarik minat wisatawan.
Dia menuturkan penggarapan masterplan Gua Cerme akan dialokasikan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sekitar Rp500 juta. “Pengembangan lebih lanjut Gua Cerme kami buat masterplan,” katanya, Kamis (4/7/2024).
Dia menuturkan pengembangan wisata Gua Cerme dimaksudkan untuk meningkatkan kunjungan wisata di Bantul.
Selama ini, diakui Yuli, kunjungan wisata masih bertumpu di Pantai Selatan. Padahal, menurutnya, di wilayah lain masih ada beberapa destinasi wisata yang bisa menarik minat pengunjung.
Dia menuturkan pengembangan wisata di Gua Cerme akan dikembangkan pula untuk menjadi pilihan bagi wisata malam hari.
Dia menuturkan pada akhir tahun 2023, Dispar Bantul telah menggagas konsep pengembangan wisata malam dengan menghadirkan kafe di sana. Namun, menurutnya, konsep tersebut belum dapat mendongkrak kunjungan wisata ke sana.
BACA JUGA: Minim Sarpras dan Fasilitas, Gua Cerme Masih Saja Sepi Pengunjung
Dia menuturkan beberapa infrastruktur yang ada perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung ke sana. “Di sana akses jalan yang tidak dapat dilewati bus,” kata dia.
Kemudian, fasilitas yang diberikan bagi wisatawan yang berkunjung ke Gua Cerme juga masih terbatas. Wisatawan hanya dapat menyusuri Gua Cerme dengan berjalan kaki, lantaran tidak ada fasilitas pelampung, meski kondisi dalam Gua Cerme acap digenangi air.
Dia pun berharap ketika telah dikembangkan, Gua Cerme dapat menjadi pilihan wisatawan yang akan berkunjung ke Bantul. “View di sana [Gua Cerme] kalau malam sangat indah sekali bisa melihat Bantul seutuhnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Permintaan sapi kurban Rp23 juta-Rp25 juta meningkat jelang Iduladha 2026. Peternak Jogja datangkan sapi dari Madura dan Bali.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.