Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Ilustrasi event/Konser Musik - StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata DIY menyatakan, gelaran event yang semakin marak di wilayahnya bisa menjadi pemicu wisatawan berkunjung ke destinasi wisata lainnya yang ada di Jogja.
Event bisa menjadi semacam pengungkit agar wisatawan tinggal lebih lama di wilayah ini. "Kalau event itu bisa jadi pemicu untuk mendatangkan wisatawan," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo, Selasa (9/7/2024).
Menurut Singgih, misalnya saja event Artjog yang dikenal sebagai lebarannya para seniman dan budayawan itu menjadi payung besar penyelenggaraan event. Di bawahnya ada pula event-event skala kecil yang digelar untuk memeriahkan acara tersebut.
"Ada Jogja Art Week di galeri yang menyuguhkan pameran, sehingga ini akan melengkapi dari destinasi itu," jelasnya.
BACA JUGA: 8.100 Rumah di Sleman Tak Layak Huni
"Saya yakin mereka yang datang ke Artjog itu juga datang ke destinasi. Jadi multiplier effect semakin lebih besar dan okupansi hotel semakin lama, oleh-oleh juga laris serta kuliner," kata dia.
Menurut Singgih, penyelenggaraan event dan acara di Jogja memang sudah lama ditargetkan pihaknya menjadi salah satu cara untuk mendatangkan wisatawan. Pasalnya di Jogja ada banyak komunitas yang kerap menggelar berbagai macam event itu.
"Tumbuh kembang mereka sangat luar biasa dari dulu sampai sekarang itu sangat terpelihara dengan baik. Kami dari pemerintah dengan potensi itu tentu kolaborasi antara komunitas dengan masyarakat," ujarnya.
Dengan demikian penyelenggaraan event bisa lebih tertata di wilayah ini. Maka ada kalender event yang diluncurkan setiap tahun sebagai panduan bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.