Suluh Sumurup Art Festival 2026 Tegaskan Eksistensi Seniman Disabilitas Lewat Karya
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Maestro batik asal Yogyakarta Iwan Setiawan alis Lek Iwon memandu kegiatan membatik bersama di Lapangan Kenari, Senin (15/7/2024)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
JOGJA—Puluhan emak-emak yang tergabung dalam PKK dan Dharma Wanita se-Kota Jogja mengikuti kegiatan Membatik Bersama di Lapangan Panahan Kenari, Senin (15/7/2024). Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Pameran Sentra Industri Kecil Menengah Lokal (Seloka) yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dinkop UKM) Kota Jogja.
Gelaran Membatik Bersama dipandu oleh maestro batik Jogja, Iwan Setiawan atau akrab disapa Lek Iwon. Peserta diajak untuk membatik dengan motif kontemporer. Lek Iwon mengatakan motif batik didominasi oleh tema flora dan fauna seperti bunga, kupu-kupu, hingga love. "Peserta membatik di atas media tote bag," ujar Lek Iwon saat ditemui di Lapangan Panahan Kenari, Senin.
Lek Iwon mengaku sengaja membawakan tema kontemporer. Ini menjadi salah satu cara untuk mendekatkan batik dan menarik antusiasme masyarakat untuk membatik. Motif kontemporer lebih mudah untuk dicanting dan lebih fashionable. Lek Iwon mengatakan, kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan pembatik sekaligus menjadi upaya untuk melestarikan predikat Jogja sebagai Kota Batik Jogja. "Upaya memperkuat Jogja sebagai Kota Batik Dunia tidak efektif kalau hanya lewat seminar. Harus ada aksi, roadshow dari kampung ke kampung," katanya.
Kegiatan Membatik Bersama digelar hingga Selasa (16/7/2024). Lek Iwon sengaja menargetkan ibu-ibu sebagai peserta dengan harapan ilmu yang dia ajarkan kepada para peserta bisa ditularkan kepada anak dan orang-orang terdekat, sehingga ke depan batik khususnya batik tulis terus lestari. "Saya mencoba menghubungkan pemerintah dengan masyarakat agar program pemerintah tepat sasaran. Harapannya event seperti Seloka ini bisa terus konsisten dilaksanakan," katanya.
BACA JUGA: Gali Potensi Ekonomi Lokal, Pemkot Jogja Gelar Pameran Seloka
Kepala Dinkop UKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, mengatakan pameran tahun ini merupakan gelaran Seloka yang kedua kalinya. Seloka ini menjadi ajang promosi bagi sentra IKM di Kota Jogja, sekaligus untuk mendekatkan pelaku UKM dengan pembeli.
Kegiatan Seloka ini turut mendorong UKM di Kota Jogja naik kelas, baik dari sisi kemasan hingga kualitas produk. Seloka dilaksanakan hingga Sabtu (20/7/2024).
"Total ada 60 stan produk kuliner maupun kerajinan. Terdiri dari 30 sentra IKM, empat rintisan sentra, Forum Komunikasi UMKM, dan berbagai stan lainnya," ujar Totok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.