Advertisement
Suhu Terendah Bediding di DIY 19 Derajat Celcius, Masyarakat Diimbau Jaga Kesehatan
Ilustrasi suhu dingin / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Suhu dingin pada musim kemarau atau yang kerap disebut bediding juga terjadi di DIY. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, suhu terendah mencapai 19 derajat celcius pada 13 Juli 2024 lalu.
Forecaster BMKG DIY Romadi menyebut fenomena ini diprediksi akan terjadi hingga bulan Agustus.
Advertisement
Dia menjelaskan bediding atau suhu dingin yang belakangan terjadi ini disebabkan oleh pergerakan massa udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia melewati Indonesia.
"Atau disebut dengan Monsoon dingin Australia," ujar Romadi saat dikonfirmasi, Selasa (16/7/2024).
Selain karena adanya Monsoon dingin Australia, fenomena bediding ini terjadi lantaran tutupan awan relatif sedikit. Pantulan panas dari Bumi yang diterima sinar Matahari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terlepas ke angkasa.
BACA JUGA: Fenomena Bediding di Jogja dan Sekitarnya Akan Berlangsung hingga Agustus Mendatang
Di sisi lain kadungan air di dalam tanah juga menipis. Kandungan uap air di udara pun rendah. "Dibuktikan dengan rendahnya kelembapan udara," imbuhnya.
Romadi menyebut berdasarkan pantauannya selama 10 hari terakhir, suhu udara minimum berkisar 19-23 derajat celcius.
Sementara, kelembapan udara permukaan minimum mencapai 47-51 persen. Dia menambahkan, suhu terendah yang pernah terjadi di DIY sejak 2015 adalah 17 derajat celcius, tepatnya pada 5 Agustus 2018.
Romadi mengimbau masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dengan cara mencukupi kebutuhan cairan untuk menghindari dehidrasi.
"Pada malam hari gunakan pakaian yang tebal dan atur suhu pendingin udara ruangan agar tidak terlalu rendah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gempa Magnitudo 5,7 Terjadi di Tuapejat Mentawai, Picu Kepanikan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





