Kekeringan Gunungkidul Meluas, 16 Kapanewon Sudah Terima Air Bersih
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman menyiapkan bantuan air bersih ke Masyarakat sebanyak 163 tangki mengantisipasi bencana kekeringan di musim kemarau tahun ini. Meski demikian, hingga sekarang belum ada permintaan droping air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan mengatakan, meski cakupan terdampak kekeringan di Bumi Sembada relative kecil, namun tetap menyiapkan skema bantuan air bersih di Masyarakat. Program ini dipersiapkan bagi warga yang mengalami krisis pada saat puncak musim kemarau.
“Tetap ada alokasi bantuan droping air bersih. Tapi hingga sekarang belum ada yang mengajukan permintaan,” kata Makwan, Rabu (17/7/2024).
BACA JUGA: Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian, Pemerintah Galakkan Pompanisasi
Dia menjelaskan untuk bantuan yang disedikan sebanyak 163 tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Hal ini berarti ada sekitar 815.000 liter air bersih yang siap disalurkan.
Berdasarkan pengalaman di 2023, sambung Makwan, warga yang mengalami krisis air berada di wilayah aliran Selokan Mataram dan Van Der Wijck yang sempat dimatikan karena perbaikan. Wilayah ini meliputi warga di Kapanewon Minggir dan Moyudan.
Diharapkan adanya stok bantuan ini bisa dimanfaatkan pada saat ada permintaan air bersih di Masyarakat. “Hingga sekarang belum ada yang mengajukan bantuan, tapi kami tetap stand by sewaktu-waktu dibutuhkan segera menyalurkannya,” ungkap Makwan.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sleman, Bambang Kuntoro. Menurut dia, krisis air yang terjadi sangat erat kaitannya dengan keberadaan Saluran Van Der Wijck dan Mataram. Pada saat ada kebijakan selokan dimatikan, maka akan berdampak terhadap warga sekitar selokan.
Berdasarkan informasi yang diterima aka nada kebijakan mematikan Selokan Van Der Wijck selama satu bulan. Adapun untuk Selokan Mataram hingga sekarang belum ada informasi apakah akan dimatikan atau tidak.
“Mudah-mudahan tidak ada krisis air lagi seperti di tahun lalu,” katanya.
Untuk mengurangi risiko kekurangan air bersih saat kemarau, Bambang mengakui sudah ada edukasi ke Masyarakat. Salah satunya agar menggunakan air secara hemat dan secukupnya. “Intinya jangan boros karena saat kemarau stoknya tidak sebanyak saat penghujan. Jadi, dipergunakan dengan secukupnya,” kata dia. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.
Penyaluran bantuan air bersih dilaksanakan pada Jumat (14/8/2026) di Dusun Klayu, Gude 1, dan Gude 2, Kalurahan Sumberwungu, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungki
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.