Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./IST-Humas Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul turut berupaya mendukung keberlangsungan Gumuk Pasir Parangtritis sebagai bagian dari Geopark Jogja.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan Gumuk Pasir Parangtritis memiliki keunikan karena bertipe barchan yang hanya ada dua di dunia. Karena itu menurut Halim, keberadaan Gumuk Pasir Parangtritis dianggap sebagai aset berharga yang membutuhkan perlindungan dan restorasi mendesak.
BACA JUGA: Wujudkan Geopark Jogja Lestari dan Murakabi, Ini yang Dilakukan Pemkab Sleman
"Gumuk pasir tipe barchan yang ada di Kabupaten Bantul ini adalah aset kekayaan alam yang unik, langka, dan merupakan warisan bumi [geoheritage] yang bernilai internasional," katanya, Rabu (24/7/2024).
Dia menuturkan saat ini kondisi Gumuk Pasir Parangtritis mengalami penurunan luasan dan ketinggian. Luas keseluruhan Gumuk Pasir di kawasan Pantai Parangtritis Bantul saat ini mencapai 412,8 hektare, yang terdiri zona inti seluas 141,10 hektare, kemudian zona penyangga di bagian barat seluas 176,43 hektare, dan zona penyangga di bagian timur seluas 95,27 hektare.
Dia menilai ada beberapa persoalan yang turut mengancam dalam keberlangsungan gumuk pasir tersebut, antara lain aktivitas wisata motor, pertanian, perikanan, pemukiman liar, dan penambangan pasir.
Dia menuturkan Pemkab Bantul telah merancang rencana aksi restorasi yang mencakup pengamanan, pemeliharaan, dan pengembangan berkelanjutan berdasarkan empat pilar utama yakni: konservasi, edukasi, perekonomian masyarakat berkelanjutan, dan sarana pelaksanaan.
Rencana aksi tersebut menurutnya akan ditetapkan menjadi peraturan bupati. Dia berharap rencana aksi tersebut dapat menjadi pedoman bagi semua pihak terkait untuk menetapkan prioritas kegiatan yang lebih efektif.
Pelaksanaan rencana aksi restorasi akan dipantau oleh Tim Percepatan Restorasi Gumuk Pasir Parangtritis yang telah dibentuk berdasarkan keputusan Bupati No.169/2024.
BACA JUGA: 7 Lokasi Geopark Jogja di Wilayah Sleman, Rasakan Keindahannya
Dalam tahap awal tahun 2024, tiga kegiatan utama akan dilaksanakan, termasuk pemasangan papan informasi CSR dari Bank Bantul dan pemasangan pathok deliniasi, serta penebangan vegetasi yang menghalangi lorong angin sebagai upaya untuk mengembalikan bentuk kawasan zona inti.
"Diharapkan dengan restorasi ini, Gumuk Pasir Parangtritis dapat kembali menjadi kawasan yang terstruktur dalam pengelolaan Geopark, serta menjadi penyokong ekonomi strategis yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Bantul," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.