10 Prodi Paling Ketat: UNS K3 D4 Hanya Terima 43 Orang
Berikut adalah daftar 20 prodi terfavorit di UTBK SNBT 2026 dan panduan cara cek kelulusan. Simak selengkapnya untuk langkah strategis Anda selanjutnya
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—DPD Partai Golkar Bantul mengaku sampai saat ini belum menerima surat rekomendasi dari DPP Partai Golkar terkait siapa bakal calon bupati maupun wakil bupati pada Pilkada Bantul 2024.
Selain itu, sampai saat ini, DPD Partai Golkar Bantul juga masih melakukan survei kedua terhadap kandidat yang mendaftar sebagai bakal calon bupati maupun wakil bupati melalui partai berlambang pohon beringin tersebut. Adapun kandidat yang mendaftar dan dilakukan survei antara lain, Abdul Halim Muslih, Untoro Hariadi, Ali Rasyid, Amin Purnomo, Agus Santoso, dan Sova Marwati.
BACA JUGA: PDIP Pastikan Rekomendasi Turun Baru untuk Pilkada Sleman 2024
"Jadi kita masih menunggu hasil survei kedua. Kita menunggu arahan DPP dan DPD DIY. Memang semua jadi kewenangan dari DPP untuk menentukan calon yang diusung. Kita tunggu instruksi dari DPP dan kita harus taat dengan aturan Parpol," kata Ketua DPD Partai Golkar Bantul Paidi, Sabtu (3/8/2024).
Hal sama juga diungkapkan oleh Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman. Gandung melihat dinamika politik pada Pilkada Bantul cukup bagus. Selain itu Gandung memastikan jika saat ini belum ada rekomendasi pasangan yang akan diusung oleh Golkar. Nantinya, pihaknya akan akan segera menyampaikan terkait dengan pasangan yang diusung pada Pilkada Bantul usai menerima surat rekomendasi.
"Dan, ini tadi [konsolidasi] untuk memantapkan hati diri Partai Golkar, kader partai Golkar melihat Pilkada di Indonesia dan khususnya di Bantul," tandas Gandung.
Gandung mengungkapkan, di Pilkada Bantul ada banyak pasangan calon yang akan bertarung. Tidak hanya Abdul Halim Muslih, ada Joko Purnomo, Sova Marwati dan calon lainnya.
"Yang di Golkar itu Bu Sova dan Pak Joko. Nanti kita tunggu fiksnya ya 27 Agustus 2024. Ini kan baru fix menurut aturan yang ada," ucapnya.
Gandung juga menyatakan jika kondisi internal di Bantul akan diterima. "Tapi aturan yang ada harus diletakkan dan ya, karena itu sudah dari Jakarta, ya kita bagaimanalah nantilah," ucap Gandung.
Sebelumnya, Partai Golkar Bantul telah memperkenalkan salah satu kandidat bakal calon bupati Bantul Sova Marwati pada Pilkada 2024 kepada sejumlah partai di Bantul. Bahkan, pertemuan telah dilakukan dengan semua partai yang memiliki kursi di DPRD Bantul, kecuali PKB dan Gerindra.
Meskipun sampai kini belum ada kesepakatan terkait dengan sosok yang akan mendampingi istri anggota DPR RI, Singgih Januratmoko yang merupakan pemilik perusahaan Janu Putra Grup dan fungsionaris DPP Partai Golkar.
"Sudah, hari Sabtu kemarin. Ya, kalau kemarin fokusnya begitu [mengenalkan Sova Marwati]. Ya, kemarin kan baru pertama ya. Kalau nanti sudah yakin, dari DPP turun kesepakatan. Kami tawarkan sebagai bupati," kata Sekretaris Partai Golkar Bantul, Widodo, Kamis (1/8/2024).
Widodo juga mengaku sampai saat ini belum ada kesepakatan dan kejelasan siapa nanti yang akan mendamping Sova Marwati. Golkar Bantul sejauh ini masih menunggu respons dari partai-partai politik lainnya terkait dengan calon yang diusulkan.
"Jadi kira-kira cocok atau tidak," lanjut Widodo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berikut adalah daftar 20 prodi terfavorit di UTBK SNBT 2026 dan panduan cara cek kelulusan. Simak selengkapnya untuk langkah strategis Anda selanjutnya
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.