Advertisement
Mahasiswa Jepang Kunjungi Kampung Sayur Bausasran Jogja
Sejumlah mahasiswa asal Jepang mengunjungi Kampung Sayur Gemah Ripah di Bausasran, Danurejan, Selasa (13/8/2024). Istimewa - Dokumentasi Pemkot Jogja
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah mahasiswa asal Jepang mengunjungi Kampung Sayur Gemah Ripah Bausasran, Kemantren Danurejan, Selasa (13/8/2024). Mereka mencoba pengalaman baru dengan melihat langsung proses urban farming di tengah perkotaan Kota Jogja.
Ketua Kampung Sayur Gemah Ripah Bausasran, Moh. Esperanza, menuturkan kunjungan ini menjadi kali ketiga dia menerima kunjungan mahasiswa dari luar negeri. Kali ini, pihaknya bekerja sama dengan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta. Esperanza menyebut pihaknya membagikan pengalaman menanam sayur mayur di lahan pertanian perkotaan. Ada juga teknik pemeliharaan, panen, hingga pengolahan sayur hasil panen.
Advertisement
"Salah satu yang menjadi unggulan adalah bayam brasil yang sudah diolah menjadi belasan produk, mulai dari mi, jus, keripik dan aneka olahan lainnya," ujarnya, Selasa.
Dia menambahkan, kampung sayur dengan konsep urban farming sudah ada sejak 2019. Hingga saat ini, Kampung Sayur Gemah Ripah Bausasran mampu mendatangkan tamu dari Indonesia hingga mancanegara. Dia sengaja mengonsep kampung sayur ini sebagai wadah untuk edukasi sekaligus berwisata.
BACA JUGA: Pembangunan Jalan Baru Pengganti Tanjakan Clongop Sudah Mencapai 38%, Jadi Lebih Landai
“Kami kembangkan wisata yang bisa belajar bagaimana menanam dan mengolah hasil yang ditanam. Kemudian, membuat inovasi produk yang akan meningkatkan perekonomian di masyarakat di wilayah,” katanya.
Salah satu mahasiswa Kansai University, Ota Momoka, mengaku terkesan dengan kampung sayur yang ada di Bausasran. Awalnya, Momo sempat bingung lantaran belum benar-benar memahami bagaimana implementasi dari pertanian perkotaan. “Berkunjung ke sini menjadi pengalaman yang baru. Warga di sini juga sangat ramah, baik dan makanan yang diolah enak. Rasanya ingin di sini lebih lama dan suatu saat ingin kembali lagi ke sini,” kata Momo.
Mahasiswa asal Jepang lainnya, Nishino Taiyo, mengungkapkan dia seperti mendapat energi dari atmosfer Kebun Sayur Organik Kelompok Tani Gemah Ripah Bausasran. “Saya nyaman bisa berada di sini, merasakan langsung bagaimana proses urban farming dan suatu saat nanti saya ingin kembali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement







