20 Negara dengan Penduduk Tanpa Afiliasi Agama Tertinggi, Vietnam Masuk Daftar
Pew Research Center mencatat sejumlah negara dengan proporsi penduduk tanpa afiliasi agama tinggi. Vietnam masuk daftar bersama Jepang dan China.
Nur Subiyantoro./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—DPD Gerindra DIY angkat bicara terkait dengan lamanya pengerucutan koalisi partai dan bakal pasangan calon (paslon) di Pilkada Bantul. Dari empat kabupaten dan satu kota di DIY, hanya Bantul yang pengerucutan koalisi partai dan bakal paslon masih belum menunjukkan titik pastinya.
"Jadi di DIY ini tinggal Bantul yang masih cair dan dinamis. Enggak tahu, kapan ada pengerucutan itu terjadi," kata Sekretaris DPD Gerindra DIY, Nur Subiyantoro, Selasa (13/8/2024).
Alhasil, saat ini DPD Partai Gerindra DIY, kata Nur, pihaknya belum mengajukan surat rekomendasi pasangan ke DPP Partai Gerindra untuk paslon yang maju pada Pilkada Bantul.
"Jadi untuk kabupaten dan kota selain Bantul di DIY ini kita sudah proses mengajukan paslon [rekomendasi ke DPP]. Ya, sudah ada koalisinya. Untuk yang di Bantul ini masih cair dan dinamis," kata Nur.
Terkait dengan hal yang menjadi penghambat pengerucutan koalisi dan paslon di Bantul, Nur mengaku tidak lepas dari pergerakan bupati dan wakil bupati petahana.
Baik bupati Bantul petahana, Abdul Halim Muslih maupun wakil bupati Bantul petahana, Joko Purnomo, sejuh ini masih terus melakukan pergerakan politik untuk menentukan koalisi maupun paslon yang akan mendampingi mereka.
"Ya, karena di Bantul ada incumbent. Dimana kedua incumbent melakukan pergerakan, sehingga ini yang membuat cair terus. Nah ini yang membuat saya heran juga," papar Nur.
Meski demikian, Nur mengaku optimistis dengan tenggat waktu pendaftaran yang kian dekat, persoalan koalisi dan paslon akan segera terpecahkan. Sebab, diakuinya saat ini baik partai maupun bakal paslon masih saling mengintip.
"Masing-masing calon tidak segera mengambil keputusan," papar Nur.
Terkait dengan koalisi PKB dengan Gerindra yang akan mengusung pasangan Abdul Halim Muslih-Aris Suharyanta, Nur mengaku tidak ada kendala terkait dengan adanya MoU dan rekomendasi dari DPP Partai Demokrat yang menyatakan Abdul Halim Muslih berpasangan dengan Ketua DPC Demokrat Bantul, Rony Wijaya Indra Gunawan.
"Sebab, hal itu belum final. Karena baru satu pihak yang keluar rekomendasi. Dan, dulu pernah kejadian, sudah keluar rekomendasi ternyata ganti pasangan," kata Nur.
BACA JUGA: Pembentukan Poros Ketiga di Pilkada Bantul, Rony: Tunggu DPP
Sementara Ketua DPC Demokrat Bantul, Rony Wijaya Indra Gunawan mengaku telah bertemu dengan tim 9 PKB. Meskipun, pada Kamis (8/8/2024) lalu telah mengantongi surat rekomendasi berpasangan dengan Abdul Halim Muslih.
Untuk itu, Rony mengaku saat ini dirinya tinggal menunggu dari PKB Bantul. Sebab, ada mekanisme internal PKB, berupa pelibatan tim 9 untuk keputusan pasangan yang akan mendampingi Abdul Halim Muslih pada Pilkada Bantul. "Ya, tinggal nunggu dari PKB, hasilnya nanti seperti apa," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pew Research Center mencatat sejumlah negara dengan proporsi penduduk tanpa afiliasi agama tinggi. Vietnam masuk daftar bersama Jepang dan China.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal lengkap dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 11 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Arsenal bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Leeds United 2-1. Gol Riccardo Calafiori dan Bruno Guimarães memastikan tiga poin bagi The Gunners.
Donald Trump mengkritik keputusan Nobel Perdamaian 2026 yang diberikan kepada Navi Pillay dan menyebut keputusan itu mencoreng Norwegia.