Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi ekspor impor (Freepik)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Realisasi ekspor Kulonprogo sampai dengan triwulan kedua 2024 tercatat sudah mencapai Rp106 miliar. Jumlah ini sudah hamper 50% dari target ekspor 2024, yakni sebanyak Rp220 miliar.
Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulonprogo, Endang Zulywanti, menjelaskan pada 2024 ini, Kulonprogo menargetkan nilai ekspor sebesar Rp220 miliar, meningkat Rp30 miliar dari tahun sebelumnya, yakni Rp190 miliar.
“Realisasinya sampai triwulan kedua, Rp106 miliar. Itu sampai akhir Juni kemaren. Jadi memang ekspor Kulonprogo terdiri dari delapan komoditas, ada arang briket, gula semut, wig, tractor, kerajinan furnitur, sarung tangan, panel bambu dan kerajinan anyaman serat alam,” ujarnya, Selasa (13/8/2024).
Dari kedelapan komoditas tersebut, komoditas yang paling banyak menyumbang pada nilai ekspor yakni wig dan gula serut. Untuk wig, negara tujuannya yakni di Amerika dan Korea. Sedangkan gula semut lebih banyak, yakni Amerika, Cili, Cina, Portugal, New Zeland, Swiss, Denmark, Australia, Kanada dan Peru.
Namun disayangkan belum semua Industri Kecil Menengah (IKM) ekspor di Kulonprogo menjalankan kegiatan ekspor sendiri, melainkan masih melibatkan pihak ketiga. Hal ini menyebabkan harga yang dipakai pun bukan harga ekspor. “Harga luar negeri belum optimal dinikmati oleh IKM Kulonprogo, karena sifatnya masih men-supply,” ungkapnya.
Maka pihaknya terus mendorong agar para IKM bisa menjalankan kegiatan ekspor secara mandiri, di samping mendorong penambahan pelaku ekspor. Salah satunya dilakukan dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) untuk IKM yang sudah melakukan ekspor maupun belum.
“Jadi di dalam materi bimtek ada kiat-kiat bagaimana mencari buyer potensial, bagaimana menyiapkan persyaratan dokumen apa saja yang diperlukan untuk ekspor. Kemudian bagaimana menentukan harga ekspor, bagaimana pengemasannya,” paparnya.
Ia melihat tren ekspor dalam beberapa tahun terakhir cukup bagus. Hal ini terbukti dari realisasi ekspor 2023 yang melampaui target, yakni mencapai Rp236 miliar. “Secara umum trennya bagus, namun untuk beberapa komoditas menurun,” katanya.
Komoditas yang trennya menurun yakni arang briket. Komoditas ini memiliki pasar besar di Timur Tengah. Kondisi geopolitik yang sedang memanas ditengarai menjadi penyebab. “Karena di sana masih ada konflik, jadi tidak stabil pasarnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.