ISI Jogja Buka Jalur Mandiri 2026, Ini Jadwal Pendaftarannya
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Mantan Pj Walikota Jogja sekaligus kandidat kepala daerah dari Partai Gerindra Singgih Raharjo memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (15/8/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Mantan Pj Walikota Jogja yang juga kandidat kepala daerah dari Partai Gerindra Singgih Raharjo mengaku tengah menjajaki komunikasi dengan sejumlah partai politik lain untuk bergabung dengan koalisi partainya dalam Pilkada 2024 mendatang.
Diketahui Singgih telah mendapatkan surat tugas dari Partai Gerindra beberapa waktu lalu untuk menjadi Bakal Calon Wali Kota Jogja atau Bakal Calon Wakil Wali Kota Jogja. Sejumlah partai pun disebut telah memberi sinyal untuk mendukung Singgih maju yakni Golkar, PKS dan PPP.
BACA JUGA : Jelang Pendaftaran Pilkada, Koalisi Partai di Jogja Masih Cair
"Soal penambahan parpol yang bergabung tentu sangat dimungkinkan," kata Singgih, Kamis (15/8/2024) di Kompleks Kepatihan seusai agenda Penyerahan Satyalancana Karya Satya.
Mantan kepala Dinas Pariwisata DIY itu menyebut, perkembangan politik ke depan masih sangat cair meskipun tahapan pendaftaran calon kepala daerah hanya tinggal dua pekan lagi. Dirinya menyebut terus mengikuti perkembangan dan berproses.
"Jadi saya terus mengikuti proses itu, ada beberapa dinamika dan saya ikuti terus," katanya.
Hanya saja Singgih belum mengungkapkan apakah dirinya bakal maju sebagai calon Walikota atau calon Wakil Walikota, sebab dalam surat tugas Partai Gerindra itu dirinya diamanatkan untuk mengemban keduanya.
Pun demikian dengan sosok calon Wakil Walikota yang nanti mendampingi dirinya jika Singgih maju sebagai calon Walikota Jogja. Singgih menyebut semuanya sedang berproses dan dalam waktu yang tepat akan diumumkan.
"Sekarang sedang berproses ya untuk koalisi, karena saya kan juga diberi surat tugas untuk berkomunikasi dengan parpol kemudian juga pasangan dan ini sedang berproses, sedang digodok," ungkapnya.
Singgih juga membeberkan kriteria sosok yang dianggapnya tepat untuk berduet dengan dirinya pada Pilkada serentak mendatang yakni melihat pada kapasitas, elektabilitasnya serta hasil survei yang telah dikerjakan pihak ketiga.
"Pastinya saya mengikuti dinamika politik, inilah yang kemudian harus dikerucutkan, namanya proses kan kemudian ada diskusi, ada melihat sosoknya, dilihat kinerja dan elektabilitasnya dari beberapa survei," ucap Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ISI Jogja membuka jalur Mandiri 2026 dengan kuota 552 mahasiswa. Kuota penerimaan masih berpeluang bertambah dari sisa SNBT.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.
Wakil Menlu Rusia menuding Pentagon memanfaatkan Starlink untuk campur tangan urusan dalam negeri negara lain melalui internet satelit.