Advertisement

Mesin Politik Sunaryanta-Ardi Mulai Bergerak, Tim Pemenangan hingga Tingkat Kalurahan Resmi Terbentuk

Andreas Yuda Pramono
Rabu, 04 September 2024 - 08:57 WIB
Abdul Hamied Razak
Mesin Politik Sunaryanta-Ardi Mulai Bergerak, Tim Pemenangan hingga Tingkat Kalurahan Resmi Terbentuk Sunaryanta - Mahmud Ardi Widanto mengukuhkan tim pemenangan Pilkada Gunungkidul 2024 di Joglo Kwarasan, Padukuhan Kwarasan Wetan, Kedungkeris, Nglipar, Selasa, (3/9 - 2024) malam. Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sunaryanta-Mahmud Ardi Widanto mulai melakukan pergerakan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gunungkidul 2024. Mereka baru saja mengukuhkan tim pemenangan di Joglo Kwarasan, Padukuhan Kwarasan Wetan, Kedungkeris, Nglipar, Selasa, (3/9/2024) malam.

Anggota tim pemenangan tersebut ada sekitar 100 orang. Mereka akan membentuk lagi tim-tim kecil tingkat kalurahan.

Advertisement

BACA JUGA: Klarifikasi Keabsahan Dokumen dalam Pilkada Bantul Dijadwalkan Dua Hari

“Saya memang membentuk lebih awal, karena saya ingin tim ini segera bekerja. Jangan sampai terlambat. Terus kami lakukan percepatan. Paling tidak dalam sebulan, kami bentuk jejaring hingga tingkat RT,” kata Sunaryanta ditemui di Joglo Kwarasan, Selasa.

Disinggung ihwal beberapa suara warga Nahdlatul Ulama (NU) yang mendukung dirinya, Sunaryanta menegaskan pilihan dukungan tersebut merupakan wujud peran masyarakat demokratis.  

Sunaryanta mengkaim ada beberapa simpatisan partai yang akan merapat ke koalisi. Hanya, dia tidak menyampaikan partai yang dimaksud.

Ketua Tim Pemenangan, Arif Setiadi mengatakan internalisasi relawan Sunaryanta – Mahmud Ardi Widanto berjalan sangat cepat dan dinamis sebagaimana dapat dilihat melalui pengukuhan tim pemenangan.

“Terlalu banyak sesepuh, mantan birokrat, agama, pemuda, purnawirawan, dan mantan perangkat kalurahan yang tergabung dalam tim. Ini jadi kekuatan yang kami andalkan dalam pemenangan,” kata Arif.

Menurut Arif, terlepas dari kompetisi yang melibatkan banyak unsur masyarakat itu, ada hal paling penting yang menjadi dasar mereka yaitu saling menghormati. Kompetisi Pilkada tidak boleh mengorbankan rakyat.

Dia juga mengaku masih memerlukan tambahan dukungan masyarakat. Sebab itu, komunikasi akan pihaknya jalin lebih jauh.

“Kami juga senang hati membuka ruang untuk dukungan warga Nahdlatul Ulama. Itu yang kami butuhkan untuk proses pemenangan,” katanya.

Begitupun dengan suara arus bawah PKB yang ingin memberi dukungan, Arif mengaku tidak akan memberi perlakukan berbeda. Sebab semangat kerakyatan menjadi penggerak mereka dalam upaya memenangi Pilkada 2024.

Sementara itu, Mahmud Ardi Widanto menegaskan kombinasi antara dirinya yang menjadi runner up dalam Pilkada 2020 dengan Sunaryanta sebagai pemenang Pilkada 2020 akan menjadi kekuatan besar yang akan memenangi Pilkada 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement