Kemenhub Pasang ETLE Hub di 51 Titik, Kejar ODOL
Kemenhub memperluas ETLE Hub ke 51 titik untuk mengawasi angkutan barang dan mengejar target zero ODOL pada 2027.
Teras Malioboro 1 Jogja menggelar pesta rakyat dengan berbagai event pertunjukan dan kuliner sejak Rabu (4/9/2024) hingga Minggu (8/9/2024). Event ini bisa menjadi referensi destinasi wisata Jogja pada akhir pekan pertama bulan September 2024 ini. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Teras Malioboro 1 Jogja menggelar pesta rakyat dengan berbagai event pertunjukan dan kuliner pada Rabu (4/9/2024) hingga Minggu (8/9/2024). Event ini bisa menjadi referensi destinasi wisata Jogja pada akhir pekan pertama bulan September 2024 ini.
Kepala UPT Balai Layanan Usaha Terpadu Teras Malioboro 1 Hellen Phornica menjelaskan pesta rakyat ini digelar di halaman depan Teras Malioboro 1 dengan menarik ratusan pengunjung dari berbagai daerah. Pesta Rakyat menawarkan berbagai jenis makanan tradisional langka, seperti jajanan pasar, makanan khas daerah dan minuman tradisional.
BACA JUGA : Dinkop UKM Kota Jogja Buka Gerai Sri Tanjung di Malioboro Mall
Selain itu, pengunjung disuguhi berbagai pertunjukan seni seperti tari-tarian, musik tradisional, workshop dan fashion show batik. Oleh karena itu event ini bisa menjadi referensi destinasi wisata akhir pekan ini.
"Stan penjual dirancang mirip dengan pasar tradisional tempo dulu, lengkap dengan dekorasi dan pakaian penjual yang khas. Ini diharapkan memberikan pengalaman unik bagi pengunjung, terutama bagi mereka yang ingin mengenang masa lalu atau memperkenalkan budaya tradisional kepada generasi muda," katanya dikutip Kamis (5/9/2024).
Ia menuturkan pesta rakyat ini bukan hanya sekadar tempat berbelanja dan menikmati kuliner, tetapi sebagai wadah edukasi dan pelestarian budaya. Melalui berbagai kegiatan dan workshop, pengunjung dapat belajar tentang proses pembuatan kerajinan tradisional, cara memasak makanan khas, serta memahami nilai budaya diwariskan dari generasi ke generasi.
"Pesta Rakyat tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pelestarian budaya dan mempererat hubungan sosial di kalangan pedagang dan pengunjung," ujarnya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi menambahkan melalui pesta rayat ini diharapkan pra pedagang mendapatkan manfaat positif dari hadirnya banyak pengunjung. Selain itu keberadaan jajanan lawas hingga barang antik bernilai seni yang turut dipamerkan atau dijajakan akan menjadi daya tarik tersendiri.
"Selain itu menjadi satu ikon bahwa Teras Malioboro ke depan akan menjadi pusat akulturasi budaya di kawasan Malioboro," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhub memperluas ETLE Hub ke 51 titik untuk mengawasi angkutan barang dan mengejar target zero ODOL pada 2027.
The Odyssey resmi jadi film terlaris Christopher Nolan dengan Rp19,6 triliun. Kalahkan Dark Knight Rises, pecahkan rekor IMAX, dan siap tayang di China
Jeff Bezos dan Eduardo Saverin selangkah lagi membeli 30% saham Liverpool senilai £4,4 miliar. Konsorsium Amit Bhatia ini akan jadi investasi terbesar di sepak
Kisah Omar Abdulkadir Artan, wasit Somalia yang ditolak AS untuk Piala Dunia 2026, kini mencetak sejarah memimpin Piala Super Eropa PSG vs Aston Villa.
Pecco Bagnaia gagal finish di MotoGP Inggris 2026 karena kehilangan grip ban depan secara misterius, sementara pembalap Ducati lainnya justru cepat.
Harga emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 11 Agustus 2026 stagnan. Emas Antam 1 gram tetap Rp2,798 juta.