AJI Jogja Soroti Keselamatan Jurnalis di Wilayah Bencana
AJI Yogyakarta mendesak perusahaan media memperkuat SOP keselamatan jurnalis, termasuk pelatihan, APD, mitigasi, komunikasi, dan evakuasi.
Aktivitas pariwisata di Kawasan Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus beberapa waktu lalu. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menyatakan kawasan wisata di Bumi Handayani aman dikunjungi. Adapun mengenai peringatan adanya gempa megathrust, tidak ada kelompok manapun yang dapat memprediksi terjadinya bencana tersebut. Kunci dari berwisata riang ada mitigasi.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan apabila melihat kondisi riil di lapangan, Dispar menegaskan DTW Gunungkidul aman dikunjungi.
Menanggapi isu gempa megathrust, Dispar mengaku belum ada prediksi terjadinya bencana tersebut. Meski begitu, Dispar meminta agar masyarakat juga ikut memperhatikan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Dari sisi Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Dispar telah rapat koordinasi dengan Bupati Gunungkidul dan Sekretaris Daerah, termasuk Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) guna membahas strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) menyikapi isu megathrust.
“Kami diminta memberi informasi bahwa terkait dengan informasi potensi gempa megathrust itu jadi bagian dari upaya menyiapkan diri. Mitigasi, soalnya tidak ada prediksinya kapan terjadi,” kata Supriyanta dihubungi, Jumat, (13/9).
Supriyanta menambahkan Biro Perjalanan juga perlu mengikuti informasi dari BMKG, SAR, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pihak yang terpercaya. Informasi ini tentu menjadi dasar dalam meyakinkan seseorang agar mau berwisata.
BACA JUGA: Kabar Gempa Megathrust Sempat Bikin Jumlah Pengunjung ke Pantai Selatan Bantul Turun
Kepala Dispar Gunungkidul, Oneng Windu Wardana mengatakan salah satu hal terpenting dalam berwisata adalah mitigasi. Mitigasi juga dia tekankan dalam pertemuan forum gabungan antara pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif tiga hari yang lalu.
“Hal penting dari berwisata itu mitigasi, seperti SOP [standar operasional prosedur] dan evakuasi bagaimana sudah kami sampaikan ke wisatawan,” kata Windu.
Disinggung ihwal libur panjang Maulid Nabi, Windu mengaku pihaknya tidak menargetkan angka kunjungan. Di tengah situasi isu megathrust, Dispar tidak dapat memaksa wisatawan datang.
“Tidak ada event juga. Kami hanya membantu kelancaran pemungutan retribusi saja. Kalau target kunjungan ya hanya dalam satu tahun itu 3,1 juta pengunjung. Sektor pariwisata dinamis sekali. Agustus landai dan September sudah agak naik. Desember kami harap jadi puncak kunjungan,” katanya.
Kepala Pelaksana Gunungkidul, Purwono juga telah menegaskan bahwa tidak ada prediksi apapun mengenai waktu terjadinya gempa megathrust. Meski begitu, pihaknya telah melakukan mitigasi dengan memberi pelatihan kepada warga pesisir dan menggelar simulasi gempa.
Mengenai mekanisme evakuasi apabila terjadi gempa di kawasan pesisir, kata dia sudah ada arahan agar warga pesisir mengungsi ke balai padukuhan. BPBD juga menyarankan agar warga menggunakan tanah lapang sebagai titik kumpul.
Warga kemudian akan mendapat arahan dari pemangku kepentingan seperti BPBD atau BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AJI Yogyakarta mendesak perusahaan media memperkuat SOP keselamatan jurnalis, termasuk pelatihan, APD, mitigasi, komunikasi, dan evakuasi.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.
Sopir truk kecelakaan maut di Mojosongo Solo ditangkap di Boyolali. Polisi masih memeriksa pengemudi untuk proses penyidikan.
Kompetisi Seri A Askab PSSI Sleman 2026 diikuti delapan tim dan menjadi bagian persiapan sepak bola Sleman menuju Porda XVIII DIY 2027.
Harga pangan nasional 23 September 2026, cabai rawit merah Rp89.500/kg dan telur ayam Rp30.200/kg. Cek harga beras, daging, gula, dan minyak.