iPhone Duo Andalkan Kamera 48MP, Tak Dibekali Lensa Telefoto
iPhone Duo mengusung dua kamera belakang 48MP, fitur Smart Take dan Kid Cue, tetapi tidak memiliki sejumlah kemampuan kamera profesional iPhone 18 Pro.
Kantor Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (ANTARA/Hery Sidik)
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mengklaim siap memfasilitasi terkait jaminan kesehatan dan jaminan sosial bagi penyelenggara dan pengawas Pilkada Bantul 2024. Untuk hal teknis, Pemkab menunggu koordinasi dengan KPU dan Bawaslu Bantul.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji mengatakan pada Pilkada Bantul 2024, saat ini pihaknya telah mengirimkan surat ke KPU dan Bawaslu Bantul terkait keinginan untuk memfasilitasi terkait jaminan kesehatan dan jaminan sosial bagi penyelenggara dan pengawas Pilkada.
BACA JUGA: Bawaslu DIY Sosialisasikan Produk Hukum Tentang Perselisihan Hasil Pemilihan
"Nanti kami tinggal menunggu feedback dari pihak Bawaslu dan KPU Bantul. Utamanya terkait dengan fasilitasi BPJS Ketenagakerjaan yang baru akan diterapkan pada Pilkada kali ini. Kalau untuk penggunaan BPJS Kesehatan, kan kemarin sudah mulai dipergunakan pada saat Pemilu 2024," kata Hermawan kepada Harian Jogja, Rabu (18/9/2024).
Selain itu, pengiriman surat tersebut, lanjut Hermawan juga sebagai tindak lanjut dari Pemkab Bantul usai bertemu dengan BPJS Ketenagakerjaan pada Rabu (18/9/2024) pagi. Diharapkan dengan adanya surat tersebut nanti akan ada kejelasan terkait dengan skema penggunaan BPJS Ketenagakerjaan untuk petugas dan juga pengawas pada Pilkada Bantul 2024.
"Nah, nanti kami tinggal mengikuti skema dari Bawaslu dan KPU. Jika mau pakai BPJS Ketenagakerjaan kami siap, tergantung nanti skemanya seperti apa," papar Hermawan.
Terkait dengan penggunaan BPJS Kesehatan, Hermawan mengungkapkan, jika saat ini pihaknya telah menggratiskan biaya pemeriksaan kesehaan pada seleksi seleksi 10.409 calon anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan calon 2.974 petugas ketertiban yang berasal dari linmas kelurahan.
"Dan semua gratis. Semua kami fasilitasi. Semua biaya pemeriksan kesehatan untuk yang daftar dalam proses seleksi KPPS, kami tanggung semua," ungkapnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Bantul Didik Joko Nugroho mengatakan, jika terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan pihaknya berkoordnasi dengan Pemkab Bantul. Dan menjelang Pilkada Bantul 2024, ada surat dari Kemendagri yang ditujukan ke masing-masing Pemkab terkait dengan keberadaan BPJS Ketenagakerjaan terhadap badan ad hoc.
"Pada prinsipnya kita akan ikuti proses yang akan dilakukan oleh Pemkab. Diluar itu kan dalam konsep penyiapan anggaran, skema kita kan santunan untuk badan ad hoc yang mengalami kecelakaan kerja, baik luka ringan, luka berat maupun meninggal dunia. Apakah nanti ada skema di BPJS Ketenagakerjaan untuk penjaminan kami mengikuti saja nanti," jelas Didik.
Oleh karena itu, Didik mengaku belum bisa menyebut berapa banyak yang akan tercover dengan BPJS Ketenagakerjaan nantinya. Sebab, persyaratan BPJS Ketenagakerjaan adalah hal yang baru.
"Kalau untuk BPJS Kesehatan, ini kan kita dalam proses pendaftaran Pengawas TPS. Nanti kami akan lakukan inventarisasi juga terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. Nah untuk BPJS Ketenagakerjaan ini kan baru,ya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
iPhone Duo mengusung dua kamera belakang 48MP, fitur Smart Take dan Kid Cue, tetapi tidak memiliki sejumlah kemampuan kamera profesional iPhone 18 Pro.
Cleberson menyebut dukungan suporter menjadi kekuatan PSS Sleman saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium.
Kemenkeu mengungkap perkembangan pengalihan saham PSBI dan pembayaran utang Whoosh yang kini memasuki tahap finalisasi.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah berakhir dengan Jateng meraih peringkat kedua. Taj Yasin mendorong pembinaan Al-Qur’an berkelanjutan.
Aduan sampah di Sleman naik sekitar 40% pada 2026. Pembakaran sampah menjadi salah satu laporan yang paling banyak ditangani Satpol PP.
Pilur serentak Gunungkidul digelar 26 September 2026. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk pengamanan pemilihan.