Advertisement
Rp1,34 Miliar Digelontorkan untuk Peningkatan Kapasitas Usaha Ibu-ibu di Gunungkidul
Ilustrasi UMKM / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) menggulirkan program bantuan sosial bagi kelompok Usaha Ekonomi Produktif Keluarga Miskin (USEP KM) 2024. Program ini menyasar khusus ibu-ibu sebagai pelaku usaha.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos-PPPA Gunungkidul, Giyanto mengatakan tujuan utama program USEP KM adalah pemberdayaan keluarga miskin.
Advertisement
BACA JUGA : Ibu-Ibu Dikenalkan Bisnis Sampingan
“USEP KM memang khusus untuk ibu-ibu. Tingkat keberhasilan dibandingkan dengan KUBE FM [kelompok usaha bersama fakir miskin] juga lebih besar USEP KM,” kata Giyanto dihubungi, Senin, (23/9/2024).
Giyanto menambahkan ibu-ibu dipandang lebih ulet, sehingga dapat memanfaatkan bantuan secara maksimal. Sebab itu, tingkat keberhasilan berusaha lebih besar pada ibu-ibu.
Ada 134 kelompok usaha yang terdiri dari 1.340 perempuan yang mendapat bantuan tersebut. Setiap kelompok menerima Rp10 juta. Dengan begitu, total bantuan mencapai Rp1,34 miliar.
Dia menjelaskan bansos USEP KM kali ini seluruhnya berasal dari pokok pikiran (pokir) dewan. Namun, biasanya USEP KM menggunakan dua skema yaitu pokir dan pagu indikatif wilayah kapanewon (PIWK).
Kepala Dinsos-PPPA Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan penyaluran bansos tersebut dimulai dengan sosialisasi, pembentukan kelompok, pembekalan bagi pendamping, dan pelatihan bagi kelompok sesuai dengan proposal yang diajukan.
Kata dia, bantuan yang diusulkan pada 2023 melalui pokir dewan itu disalurkan ke 15 kapanewon. Setelah menerima bantuan, penerima manfaat perlu menyelesaikan laporan keuangan dalam waktu satu bulan atau sebelum 23 Oktober 2024, sesuai dengan proposal yang telah diajukan.
BACA JUGA : Pentingnya Mencari Penghasilan Tambahan
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan bantuan yang bertujuan untuk mendorong dan menstimulasi pergerakan ekonomi ini dia harapkan dapat memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.
“Di Gunungkidul, usaha pengolahan adalah sektor yang besar. Saya berharap dana stimulan ini akan membangkitkan semangat ibu-ibu dalam menjalankan usahanya. Ibu-ibu harus ulet dan berusaha agar usaha mereka tidak terhenti,” kata Sunaryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement








