Pekan Fotografi Sewon 2026 Angkat Kisah Warga Hadapi Krisis Lingkungan
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
Para atlet asal Kulonprogo saat berpamitan sekaligus memohon doa restu kepada Pemkab setempat untuk berlaga di ajang Peparnas 2024, Kamis (26/9/2024) Istimewa/Pemkab Kulonprogo.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Sedikitnya 15 atlet asal Kulonprogo diikutsertakan dalam ajang Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII 2024 di Solo pada 6 sampai 13 Oktober 2024 mendatang. Mereka pun berpamitan kepada Pemkab setempat untuk memohon doa restu agar meraih prestasi yang optimal, Kamis (26/9/2024).
Ketua National Paralympic Committee (NPC) Kulonprogo Widi Nuryanto mengatakan, dari hasil seleksi Peparnas 2024 pihaknya baru dapat mengirim 15 atlet dengan delapan cabang olahraga atau cabor dari total 20 cabor yang akan dipertandingkan. "Mereka nanti akan ikut cabor angkat berat, panahan, tenis meja, taekwondo, boccia, catur dan lainnya," kata Widi.
Menurut Widi seluruh atlet yang akan bertanding itu mayoritas berasal dari Kapanewon Kokap. Beberapa atlet juga cukup berprestasi dan disegani di kancah nasional. "Kami mohon doanya dari masyarakat, terutama saat bertanding semoga pulang bisa membawa medali, sesuai slogan kita ‘Ora Wutuh Ampuh’, ada kekurangan ada kelebihan,” kata Widi.
Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dan SDM Heri Darmawan berharap atlet Kulonprogo dapat berlaga dengan maksimal. Untuk itu dirinya mengingatkan agar keberangkatan dapat dipersiapkan lebih matang agar tidak menjadi kendala bagi para atlet.
"Ini menjadi sangat penting, karena menjadi bagian yang mendukung kesukseskan para adik-adik ini bertanding, itu yang paling penting dulu. Disiapkan dengan matang hal-hal teknis yang diperlukan," kata Heri.
Heri juga mengapresiasi pembinaan atlet yang dilakukan NPC Kulonprogo yang sedikit banyak mampu melahirkan atlet-atlet Paralimpiade yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional dan mengharumkan nama wilayah setempat.
"Ini akan membawa dampak secara tidak langsung bagi Kulonprogo. Untuk itu kami berharap ajang Peparnas ini jadi bagian dari rangkaian prestasi panjang yang telah diraih, sehingga jangan sia-siakan kesempatan besok di Solo untuk meraih prestasi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekan Fotografi Sewon 2026 di ISI Jogja menampilkan 32 karya tentang abrasi, krisis air bersih, dan upaya masyarakat menjaga lingkungan.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.