Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Suasana festival sanggul 2024 yang digelar Perkumpulan Pecinta Sanggul Nusantara di Pendopo Ndalem Pakoeningratan, Keraton, Kota Jogja, Minggu (29/9/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara menggelar festival sanggul 2024 di Pendopo Ndalem Pakoeningratan, Minggu (29/9/2024). Acara yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan yang kedua kalinya hadir dengan tujuan melestarikan sanggul dan busana tradisional nusantara.
Ketua Umum Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara Ninoek W Sunaryo menjelaskan, organisasinya merupakan kelompok budaya yang fokus dalam penyebaran dan sosialisasi penggunaan sanggul kebaya dan busana tradisional.
BACA JUGA : Satpol PP DIY Punya Seragam Baru, Terinspirasi dari Pakaian Bregada Surakarsa Kraton
"Kami juga telah mendapat kepercayaan dan amanah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk terus melestarikan salah satu budaya penting Indonesia ini," ujarnya.
Menurut Ninoek, festival sanggul 2024 merupakan road show ke enam kota di Indonesia untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi soal sanggul dan busana tradisional. Selain di Jogja, acara serupa juga digelar di Denpasar, Semarang, Solo, Bandung dan Jakarta.
"Visi kami lewat acara ini mengajak perempuan Indonesia untuk kembali memakai sanggul nusantara, kebaya dan busana tradisional terutama kepada generasi muda," katanya.
Ninoek menambahkan, pada tahun kedua penyelenggaraannya ini festival sanggul 2024 juga menghadirkan pemilihan duta sanggul yang bertujuan agar anak-anak muda ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian kebudayaan nusantara.
Di Jogja terdapat 16 peserta yang berpartisipasi dari jenjang SMA sampai perguruan tinggi. Mereka berkesempatan mempresentasikan visi dan misi mereka jika terpilih sebagai duta sanggul nusantara 2024 Jogja. Sambil mengenakan busana tradisional dan sanggul peserta bergantian mempromosikan dirinya masing-masing.
BACA JUGA : Penggunaan Kebaya dan Sanggul Didorong Dalam Aktivitas Sehari-hari
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menyebut, acara ini merupakan agenda yang luar biasa dalam rangka pengembangan kebudayaan di Jogja dan Indonesia. Pihaknya mengapresiasi digelarnya acara ini yang bisa jadi salah satu edukasi bagi masyarakat dan generasi muda yang dengan perkembangan teknologi banyak masuk budaya baru.
"Melalui teknologi kita juga harus mampu memberikan edukasi, maka lewat acara ini bisa menunjukkan bahwa Indonesia sangat kaya lewat busana tradisionalnya dan wajib dipertahankan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.