Baru 30 Bangunan Berdiri, DPRD Bantul Ingatkan Pengelolaan KDMP
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
Suasana festival sanggul 2024 yang digelar Perkumpulan Pecinta Sanggul Nusantara di Pendopo Ndalem Pakoeningratan, Keraton, Kota Jogja, Minggu (29/9/2024). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA—Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara menggelar festival sanggul 2024 di Pendopo Ndalem Pakoeningratan, Minggu (29/9/2024). Acara yang rutin digelar setiap tahun ini merupakan yang kedua kalinya hadir dengan tujuan melestarikan sanggul dan busana tradisional nusantara.
Ketua Umum Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara Ninoek W Sunaryo menjelaskan, organisasinya merupakan kelompok budaya yang fokus dalam penyebaran dan sosialisasi penggunaan sanggul kebaya dan busana tradisional.
BACA JUGA : Satpol PP DIY Punya Seragam Baru, Terinspirasi dari Pakaian Bregada Surakarsa Kraton
"Kami juga telah mendapat kepercayaan dan amanah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk terus melestarikan salah satu budaya penting Indonesia ini," ujarnya.
Menurut Ninoek, festival sanggul 2024 merupakan road show ke enam kota di Indonesia untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi soal sanggul dan busana tradisional. Selain di Jogja, acara serupa juga digelar di Denpasar, Semarang, Solo, Bandung dan Jakarta.
"Visi kami lewat acara ini mengajak perempuan Indonesia untuk kembali memakai sanggul nusantara, kebaya dan busana tradisional terutama kepada generasi muda," katanya.
Ninoek menambahkan, pada tahun kedua penyelenggaraannya ini festival sanggul 2024 juga menghadirkan pemilihan duta sanggul yang bertujuan agar anak-anak muda ikut ambil bagian dalam upaya pelestarian kebudayaan nusantara.
Di Jogja terdapat 16 peserta yang berpartisipasi dari jenjang SMA sampai perguruan tinggi. Mereka berkesempatan mempresentasikan visi dan misi mereka jika terpilih sebagai duta sanggul nusantara 2024 Jogja. Sambil mengenakan busana tradisional dan sanggul peserta bergantian mempromosikan dirinya masing-masing.
BACA JUGA : Penggunaan Kebaya dan Sanggul Didorong Dalam Aktivitas Sehari-hari
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menyebut, acara ini merupakan agenda yang luar biasa dalam rangka pengembangan kebudayaan di Jogja dan Indonesia. Pihaknya mengapresiasi digelarnya acara ini yang bisa jadi salah satu edukasi bagi masyarakat dan generasi muda yang dengan perkembangan teknologi banyak masuk budaya baru.
"Melalui teknologi kita juga harus mampu memberikan edukasi, maka lewat acara ini bisa menunjukkan bahwa Indonesia sangat kaya lewat busana tradisionalnya dan wajib dipertahankan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.
IHSG ditutup turun 26,16 poin atau 0,43 persen ke 6.121,70 pada Selasa (29/9/2026), mengikuti pelemahan bursa Asia.
Pilur PAW 2026 digelar serentak di 66 kalurahan di tiga kabupaten DIY. Warga diingatkan menjaga ketertiban dan kerukunan.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.