Survei SPPG Bantul Dimulai Akhir September, MBG Dipantau Ketat
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Suasana pengukuhan pengurus Pecinta Sanggul Nusantara Jogja, Sabtu (3/12/2022)/Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Penggunaan kebaya dan sanggul sebagai tradisi berpakaian Nusantara dinilai tidak hanya bisa dikenakan saat acara-acara formal dan seremonial. Mengenakan pakaian itu dalam aktivitas sehari-hari dinilai sudah banyak dilakukan oleh para wanita dan perempuan di Indonesia.
Ketua Cabang Pecinta Sanggul Nusantara Jogja Yossie Riyani menjelaskan, sebagai bagian dari tradisi berpakaian, penggunaan kebaya dan sanggul diharapkan terus meluas dan tidak hanya pada acara formal saja. Menurutnya, kebaya dan sanggul pun cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
"Karena itu menjadi bagian dan laku dalam melestarikan kebudayaan nusantara. Sekarang di Jogja anak-anak sekolah juga mengenakan kebaya setiap Kamis Pahing," katanya saat pengukuhan Pecinta Sanggul Nusantara Jogja, Sabtu (3/12/2022).
Yossie menjelaskan, dengan dikukuhkannya kepengurusan Pecinta Sanggul Nusantara Jogja pihaknya ke depan akan terus memperluas pemahaman masyarakat mengenai penggunaan sanggul dan kebaya. Terlebih di kalangan generasi muda agar tradisi berpakaian nusantara terus lestari.
"Budaya dan tradisi bersanggul serta berkebaya harus terus digalakkan. Kami menilai budaya murni dengan bersanggul dan berkebaya harus melibatkan serta kaum muda untuk memakai busana itu. Karena ini warisan budaya nenek moyang dan harus dirawat," jelasnya.
Ketua Umum Pecinta Sanggul Nusantara Ninoek W Sunaryo menyebut, dengan dikukuhkannya kepengurusan Jogja kini organisasi itu telah tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Bali, dan Flores. Pihaknya menargetkan pendirian pengurus di sejumlah daerah bisa menjadi bagian dalam pelestarian sanggul, kebaya dan busana daerah lewat edukasi dan sosialisasi di daerah.
BACA JUGA: Kode Pilpres 2024, Ketum PAN: Ganjar Berambut Putih, Erick Punya Kerutan di Wajah
Di sisi lain pihaknya juga tengah mengajukan agar ditetapkannya hari kebaya nasional untuk mendorong penggunaan dan perayaan kebaya lebih meluas di masyarakat. Saat ini prosesnya tengah dalam kajian ke berbagai daerah dan penyiapan proposal untuk pengajuan tanggal ditetapkannya hari kebaya nasional di Indonesia.
"Selain itu kita juga tengah mengajukan kebaya ke Unesco agar diakui sebagai tradisi berpakaian luhur dari nusantara. Kita bersama dengan negara lain mendukung secara bersama," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.