Gatal Tak Kunjung Hilang, Waspada Gejala Awal Gagal Ginjal Kronis
Gatal seluruh tubuh bisa jadi tanda gagal ginjal. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sejak dini.
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul mengklaim pendapatan asli daerah (PAD) dari berbagai sektor telah mencapai 80 persen dari target Rp576 miliar. Kendati demikian, ada beberapa PAD seperti dari sektor pariwisata yang tidak tercapai pada tahun ini.
"Secara keseluruhan untuk pendapatan asli daerah (PAD) saat ini sudah mencapai 80 persen. Dari total target Rp576,8 miliar," kata Kepala Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bantul Trisna Manurung, Selasa (1/10/2024).
BACA JUGA: Hanya Sepekan, Rp9,73 Triliun Modal Asing Kabur dari RI
Meski demikian, kata Trisna, besaran realisasi PAD tesebut, belum sebanding dengan target realisasi belanja daerah yang sampai saat ini baru mencapai 70 persen dari target belanja modal senilai Rp283,6 miliar. Menurut Trisna banyaknya belanja modal yang belum terserap, tidak lepas dari banyaknya program yang dalam tahap pengerjaan.
"Paling meskipun keluar, baru uang muka. Nanti saat pengerjaan selesai, dan secara perundangan sudah mewajibkan, pasti target sampai akhir tahun diangka 90 persen seperti tahun sebelumnya," ucap Trisna.
Menurut Trisna, 80 persen PAD yang didapatkan kan oleh Pemkab Bantul itu bersumber dari beberapa organisasi perangkat daerah (PAD) yang bisa menghasilkan pendapatan. Sebab, tidak semua OPD menjadi OPD pendapatan. "Hanya ada sekitar 12 OPD yang bisa menghasilkan," jelas Trisna.
Sementara dibandingkan tahun sebelumnya, Trisna melihat pada periode 1 Oktober, raihan PAD tahun ini sama dengan tahun sebelumnya. Karena, Trisna mencontohkan berkaitan dnegan PAD dari pajak. Ia menyatakan jika pajak ada masa pajak dan tidak mengenal masa pajak.
BACA JUGA: 2 Investor Lokal Siap Grounbreaking di IKN Besok, Ini Nama Perusahaannya
"Seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang tidak mengenal masa pajak. Tapi trennya ya, di akhir-akhir tahun ini. Dan, BPHTB adalah kontributor pajak daerah. Kalau kita ada di 200 miliar, BPHTB itu menyumbang lebih dari 100 miliar," ungkap Trisna.
Tak capai target
Subkoordinator Kelompok Subtansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul Markus Purnomo Aji mengatakan target PAD dari sektor wisata pada tahun 2024 ini mencapai Rp49 miliar.
Hingga 1 Oktober 2024, Dispar mencatat dari Januari sampai 30 September 2024, baru memperoleh PAD senilai Rp23 miliar.
"Sampai saat ini baru mencapai 45 persen. Kami masih ada waktu, tapi untuk mencapai kekurangan target tersebut, sulit rasanya mencapai target tersebut," ucap Markus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gatal seluruh tubuh bisa jadi tanda gagal ginjal. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sejak dini.
Pelatihan digital marketing dorong UMKM Jogja naik kelas. Bank Jogja siapkan kredit Rp270 miliar untuk ekspansi 2026.
Ribuan massa Tani Merdeka Indonesia gelar aksi damai di Patung Kuda dukung program Presiden Prabowo Subianto.
Jelang periode libur sekolah, Pertamina Patra Niaga regional Jawa Bagian Tengah menambah stok Pertalite berkisar 10-18% di seluruh SPBU di Jateng DIY.
Pakar UGM menilai reformasi subsidi energi berbasis individu penting, namun berisiko menekan daya beli dan memicu inflasi.
BRI Yogyakarta salurkan KUR Rp10,3 triliun hingga Mei 2026 untuk dorong UMKM lebih produktif dan naik kelas.