MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Ilustrasi bencana angin di Sleman. - Antara/ist-BPBD Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN–Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Sleman pada Senin (14/10/2024). Sejumlah bangunan mulai baliho hingga rumah warga dilaporkan rusak.
Kepala BPBD Sleman Makwan mengatakan berdasarkan laporan dari Pusdalops BPBD Sleman bencana angin kencang terjadi sekitar pukul 14.40 WIB. Hal itu diawali dengan adanya peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG DIY, pada Senin 14 Oktober 2024 Pukul : 13:55WIB, bahwa di Kabupaten Sleman: Prambanan, Kalasan dan sekitarnya berpotensi terjadi Hujan Sedang-Lebat yang dapat disertai Kilat/Petir dan Angin Kencang.
"Hal ini berdampak pada beberapa kejadian bencana. Di Kalasan satu rumah warga Purwomartani dilaporkan ambuk, ini masih belum terkondisi. Dua pohon di Pundong Rejo Kadirojo 2 tumbang dan menutup akses di wilayah juga belum terkondisi," katanya, Senin sore.
Selain itu, lanjut Makwan di Sambisari Kalasan beberapa pohon tumbang menutup akses dan menimpa rumah. Begitu juga laporan adanya dua pohon yang tumbang di Turusan Temanggal Purwomartani. "Masih di Sidokerto, Purwomartani, sebuah pohon tumbang menimpa rumah warga, di Bayen sebuah dapur rumah serta warung soto ambruk," katanya.
Selain Kapanewon Kalasan, BPBD melaporkan bangunan yang rusak di Kapanewon Ngaglik. Di Mladangan Minomartani satu rumah ambruk dan dua pohon tumbang ambruk melintang di jalan. Di Kapanewon Depok, Depan kantor Bea Cukai Sambilegi Kidul Maguwoharjo sebuah baliho dilaporkan roboh.
"Di Kapanewon Ngemplak khususnya Bakungan, Wedomartani sebuah pohon menimpa atap rumah. Ini masih data sementara. Kami terus melakukan assesment, berkoordinasi dengan lembaga terkait dan melakukan pemotongan pohon," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga DIY mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 14:05 WIB Senin (14/10/2024).
Peringatan Dini Cuaca tersebut berpotensi terjadi di Kabupaten Gunungkidul meliputi Semin, Ngawen dan Kabupaten Sleman meliputi Prambanan, Kalasan, dan sekitarnya.
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat meluas ke wilayah Kabupaten Bantul: Piyungan, Kabupaten
Gunungkidul: Nglipar, Patuk, Karangmojo, Ponjong, Gedangsari, Kabupaten Sleman: Depok, Berbah, Ngemplak, dan sekitarnya.
"Kondisi ini diperkirakan masih dapat berlangsung hingga pkl 16:05 WIB," demikian disampaikan BMKG Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.
Cek Kesehatan Gratis atau CKG telah menjangkau 99,1 juta jiwa pada 2026 dan ditargetkan mencapai 130 juta jiwa.