Malioboro Dipadati 305 Ribu Wisatawan Saat Libur Sekolah
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Ilustrasi Puskesmas Pembantu./Istimewa-Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul akan menambah dua puskesmas pembantu (Pustu) untuk mengoptimalkan integrasi pelayanan primer (ILP) tahun depan. Hanya saja, alokasi anggaran untuk pembangunan Pustu tersebut masih belum diputuskan.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer, Ahmad Riyanto menyampaikan Dinkes Bantul akan menambah pelayanan melalui dua pustu. Kedua Pustu tersebut akan didirikan di wilayah puskesmas Banguntapan 1 dan Dlingo 1.
Dia menuturkan selama ini dua puskesmas tersebut tidak memiliki Pustu. Padahal, menurutnya, pelayanan kesehatan yang dilakukan di pustu akan dilakukan untuk mengoptimalkan layanan primer (ILP).
Oleh karena itu, Dinkes Bantul menargetkan agar setiap puskesmas memiliki satu pustu. "Untuk mendukung ILP, setiap puskesmas akan mengaktifkan pustu," katanya, Kamis (17/10/2024).
Selain menambah pustu, menurut Ahmad, Dinkes Bantul juga akan mengaktifkan seluruh pustu yang telah ada.
BACA JUGA: Mendekatkan Pelayanan Kesehatan dengan Optimalisasi Layanan Puskesmas Pembantu
Dinkes Bantul mencatat ada 48 unit pustu di Bantul. Dari jumlah tersebut ada 7 pustu dalam kondisi baik, 26 pustu dalam kondisi rusak berat, 3 pustu dalam kondisi rusak ringan, dan 12 pustu dalam kondisi rusak sedang.
Untuk mengoptimalkan pelayanan ILP di pustu, Dinkes Bantul pun tengah merehabilitasi 7 Pustu yang dalam kondisi rusak. Ketujuh Pustu yang direhabilitasi yaitu yang berada di wilayah Jagalan, Wirokerten, Singosaren, Panggungharjo, Pendowoharjo, Timbulharjo, dan Sabdodadi. "Untuk Pustu yang rusak diajukan rehabilitasi atau perbaikan ke Kemenkes melalui anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik," ujar Ahmad.
ILP merupakan upaya mengkoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer. Integrasi pelayanan kesehatan pada ILP fokus pada setiap siklus hidup manusia. ILP dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat kalurahan dan padukuhan. "Aktivasi Pustu dilakukan dengan aktivasi kegiatannya sesuai dengan ILP. Ke depan, akan ada 1 orang bidan dan perawat, serta kader yang standby di Pustu," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Bantul, Anugrah Wiendyasari menyampaikan pembangunan dua pustu tersebut memerlukan anggaran sekitar Rp750 juta. Pihaknya pun mengajukan anggaran dana alokasi khusus (DAK) ke pemerintah pusat. Meski begitu, Anugrah belum dapat memastikan anggaran yang akan turun untuk pembangunan dua pustu tersebut. "Pembangunannya sesuai persetujuan Kemenkes karena menyesuaikan prototype Pustu ILP," katanya.
Dia menuampaikan pemanfaatan pustu untuk optimalkan ILP dilakukan dengan memanfaatkan tenaga kesehatan dari puskesmas induk terdekat. "Walaupun nanti [pustu] jauh dari puskesmas induk, harus tetap diaktifkan. Nanti tergantung dari masing-masing wilayah apakah setiap hari atau hari tertentu [pelayanan di pustu]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur sekolah membuat kunjungan Malioboro menembus 305 ribu orang dalam 10 hari. Lonjakan wisatawan turut meningkatkan volume sampah harian.
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.