Advertisement
Hujan Mulai Turun, BPBD Bantul Tinjau Status Siaga Darurat Kekeringan

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul meninjau status siaga darurat kekeringan di wilayah Bantul. Peninjauan tersebut dilakukan karena saat ini wilayah Bantul mulai diguyur hujan.
Kepala Pelaksana, BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta mengatakan beberapa wilayah di Bantul sudah mulai turun hujan meskipun belum merata. Oleh karena itu ia akan meninjau status siaga darurat kekeringan di Bantul yang akan berakhir pada 31 Oktober 2024.
Advertisement
"Ini baru mempersiapkan rapat koordinasinya untuk persiapan menghadapai musim hujan," katanya, Senin (21/10/2024).
BPBD Bantul akan meninjau kejadian kebencanaan di Bantul dengan prakiraan cuaca dari BMKG. Dari situ, nantinya, BPBD Bantul akan memutuskan akan memperpanjang status siaga darurat kekeringan atau tidak. Tidak menutup kemungkinan status siaga darurat kekeringan tersebut akan diganti dengan status siaga darurat banjir, longsor dan angin kencang dengan melihat situasi kebencanaan yang terjadi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Antoni Hutagaol menuturkan meski telah memasuki musim penghujan, BPBD Bantul masih menerima permintaan dropping air bersih hingga pekan lalu.
Menurutnya, saat memasuki awal musim penghujan, biasanya beberapa wilayah masih mengalami kesulitan air bersih lantaran hujan yang ada belum merata. hingga saat ini masih bersiap apabila ada masyarakat yang meminta dropping air bersih pada pekan ini. "Masih sama permintaan dropping air bersihnya, skeitar 30 tangki per minggu," katanya.
Antoni menuturkan selama musim kemarau pada 29 Juni-13 Oktober 2024, BPBD Bantul mencatat telah menyalurkan 612 tangki air bersih. Air bersih tersebut telah disalurkan ke beberapa wilayah terdampak kekeringan, dengan wilayah terdampak kekeringan yang mendapat dropping air terbanyak di Dlingo yang mencapai 196 tangki, dan Pundong yang mencapai 123 tangki.
Sejauh ini, menurut Antoni, persediaan air bersih di Bantul masih sekitar 245 tangki, dengan masing-masing tangki bersisi lima ribu liter. "Kita masih ada [persediaan air bersih], ndilalah kemarin ada bantuan dari CSR," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ini Antisipasi Pengelola Terminal Giwangan Hadapi Puncak Arus Balik
- Hari Ketiga Lebaran, Kendaraan Keluar DIY Meningkat Signifikan
- BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem, BPBD Bantul Minta Warga Waspada
- Mayat Mengapung Ditemukan di Sungai Progo, Kulonprogo
- Arus Balik di Kulonprogo Mulai Meningkat, Ini Rekayasa Lalu Lintas yang Diterapkan
Advertisement
Advertisement