Video Dugaan Pungli Viral, DPRD Kota Jogja Minta Tata Kelola Alkid Dievaluasi
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
Warga membersihkan puing-puing sebuah rumah yang roboh akibat angin kencang di Dusun Rendeng Wetan, Padukuhan Dagan, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Sabtu (2/11 - 2024). Dok Polres Bantul.
Harianjogja.com, BANTUL—Memasuki musim penghujan, seorang warga Sewon, Bantul meninggal dunia karena tertimpa rumah akibat angin kencang. BPBD Bantul mengimbau masyarakat mengantisipasi kejadian kebencanaan selama musim hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Antoni Hutagaol menyampaikan kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (2/10/2024). Saat itu, rumah milik seorang warga yang berinisial S, 70, warga Timbulharjo, Sewon, Bantul, roboh karena terkena angin kencang. Saat itu, S bersama dengan anggota keluarganya berinisial I, 70, sedang bersantai di joglo limasan miliknya. "Tidak lama joglo limasan miliknya runtuh dan menimpa S dan I," katanya, Minggu (3/11/2024).
Kejadian tersebut mengakibatkan S luka bagian kaki, kepala dan punggung. Sementara I mengalami luka bagian kepala yang mengakibatkan meninggal dunia. Setelah kejadian tersebut, S telah dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Kejadian tersebut juga mengakibatkan kerusakan genting, reng, isuk, dan blandar. Kerugian atas kerusakan tersebut ditaksir mencapai Rp22 juta. "Keluarga korban masih bertahan di rumah tersebut," katanya.
Antoni menuturkan pihaknya mengimbau agar masyarakat mulai mengantisipasi potensi bencana yang dapat timbul saat musim penghujan. Dia menuturkan selama musim penghujan potensi bencana yang dapat timbul antara lain angin kencang, banjir dan longsor. Ia mengimbau agar masyarakat mulai memangkas pohon untuk mengantisipasi batang pohon roboh saat angin kencang.
Kemudian, dia pun meminta masyarakat untuk membersihkan sungai dari sampah. Sehingga, potensi luapan air sungai saat musim penghujan dapat diantisipasi.
"Kita menghimbau agar masyarakat jangan panik [terhadap potensi bencana hidrometeorologi], [masyarakat] dapat mengikuti himbauan dari Forum Pengurangan Risiko Bencana [FPRB]," katanya.
Selama memasuki musim penghujan, warga bersama dengan FPRB yang ada di setiap wilayah akan berupaya mengantispasi potensi bencana yang dapat timbul. Kemudian, tim reaksi cepat (TRC) BPBD Bantul juga akan bersiaga untuk segera memberikan bantuan, ketika kejadian kebencanaan terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.