Kebocoran Retribusi Pantai Terungkap, Pemkab Ambil Alih TPR Kemadang
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
Panen raya program pertanian berkelanjutan di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman mendorong di setiap padukuhan bisa terbentuk Kelompok Wanita Tani (KWT). Program ini tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tapi juga bisa sebagai upaya menambah nilai pendapatan dalam keluarga.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, lahan pertanian non sawah di Sleman luasannya mencapai 19.958,87 hektare. Luasan ini didominasi jenis tegalan atau kebun yang mencapai 15.536,7 hektare.
BACA JUGA: Gagal Panen, 5 Kelompok Tani Dapat Klaim Asuransi Puluhan Juta Rupiah
“Ada juga perkarangan yang bisa disulap menjadi lahan produkif sehingga memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sleman,” kata Pram, sapaan akrabnya, Senin (11/11/2024).
Menurut dia, optimalisasi lahan non sawah ini merupakan peluang yang sangat bagus. Pram pun mendorong agar keberadaan KWT bisa dioptimalkan dan jaringannya dapat lebih diperluas.
Ia tidak menampik hingga sekarang baru terbentuk 492 kelompok. “Harapannya di satu padukuhan ada satu KWT sehingga total bisa ada 1.212 kelompok dan kami akan terus mendorong agar KWT bisa hadir di setiap padukuhan,” katanya.
Ditambahkan Pram, konsep dalam pengembangan KWT tidak hanya fokus di sektor cocok tanam. Pasalnya, dalam upaya pengelolahan kebun atau perkarangan bisa dibuat sistem pertanian terpadu dengan mengkombinasikan perikanan maupun peternakan.
“Jadi di lahan terbatas ini bisa dioptimal sehingga hasilnya juga maksimal. Sebab, tidak hanya ketahanan pangan terbentu, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan yang dapat menambah pendapatan dalam keluarga,” katanya.
Anggota KWT Padukuhan Ngangkrik, Triharjo, Sleman, Endang mengatakan, upaya menyulap perkarangan menjadi lahan produktif sudah dilakukan. Adapun hasilnya juga sudah bisa dirasakan oleh anggota KWT.
“Kami manfaatkan untuk menaan sayuran mulai dari terong, tomat, pare hingga cabai dan hasilnya sudah bisa dinikmati,” katanya.
Menurut dia, dengan pembentukan KWT memberikan banyak manfaat. Pasalnya, dari sisi kegiatan banyak mendapatkan pendampingan serta pelatihan dalam upaya pemanfaatan lahan tidur menjadi lebih produktif.
“Ada bantuan juga dan yang terpenting dari hasil panen ini, ibu-ibu juga bisa mendapatkan penghasilan karena bisa dijual panenya,” kata Endang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengambil alih pengelolaan retribusi wisata di TPR Kemadang setelah ditemukan kebocoran penarikan retribusi.
BMKG mengingatkan masyarakat mewaspadai heatstroke selama musim kemarau. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan cara mencegah sengatan panas akibat cuaca ekstr
Polresta Sleman masih menyelidiki dugaan kasus kecelakaan yang menewaskan seorang juru parkir di Jalan Monjali, Mlati.
Inter Milan kalahkan Manchester City lewat adu penalti 3-1 di Hong Kong. Gol Divin Mubama dan Pavard, tiga penendang City gagal.
Jennie BLACKPINK tampil di konser Tame Impala Boston dengan busana gotik transparan. Dracula (Remix) dibawakan langsung pertama kali. Pro-kontra pun terjadi.
iPhone Air 2 bocor: chip A20 Pro 2nm, kamera ultrawide 48 MP, Dynamic Island lebih kecil. Rilis kuartal I 2027. Simak detailnya.