Advertisement
Bawaslu Sleman Ajak Semua Pihak Menjaga Situasi Kondusif Menjelang Pilkada

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua Badan Pengawasn Pemilu (Bawaslu) Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengimbau kepada seluruh elemen yang terlibat dalam Pilkada untuk menjaga siutasi tetap kondusif, jelang pemilihan yang kurang satu minggu. Hal ini tak lepas adanya penyebaran berita bohong menyangkut dengan kampanye.
“Secara umum berjalan dengan lancar, makanya di siswa waktu yang ada, situasi yang kondusif harus terus dijaga,” kata Arjuna, Selasa (19/11/2024).
Advertisement
Meski demikian, ia tidak menampik ada oknum-oknum yang ingin memperkerus suasana dengan penyebaran berita bohong. Arjuna mengakui keberadaan hoaks sangat mengganggu tahapan kampanye yang sedang berjalan.
Arjuna menilai tindakan-tindakan ini bisa merugikan kedua pasang calon bupati dan wakil bupati serta dapat mengganggu ketertiban di hingga masa tenang sebelum coblosan.
“Ada berita bohong yang sengaja diembuskan oleh seseorang, tapi tidak masuk dalam daftar tim kampanye paslon,” katanya.
Berita bohong ini menyangkut adanya penyaluran bantuan sosial berupa program bantuan keuangan khusus (BKK) yang mengatasnamakan calon tersebar di pesan WA.
BACA JUGA: Jauh di Bawah Rata-rata Nasional, Pemkot Jogja Terus Dorong Konsumsi Ikan
“Ini jelas berita bohong karena sudah ada surat edaran dari Kemendagri bahwa hingga pemilihan 27 November tidak diperbolehkan menyalurkan bansos. Kalau berita ini diteruskan, maka malah akan merugikan paslon sendiri,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Sleman, Raden Yuwan Sikra.
Ia menyebut Bawaslu Sleman terus berupaya meningkatkan pengawasan agar pelaksanaan kampanye yang berakhir di 23 November 2024, tetap dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai.
“Tidak hanya itu, kami juga ingin pastikan bahwa gelaran pilkada bisa selesai dengan lancar dan aman,” katanya.
Jelang berakhirnya masa kampanye, ia tidak menampik adanya pemasangan spanduk-spanduk provokatif yang bernada negatif terhadap salah satu paslon. Upaya penertiban dilakukan sebagai langkah untuk menjaga ketertiban, kenyamanan bersama serta kondusifitas wilayah di Kabupaten Sleman.
“Kami hentikan pemasangan spanduk-spanduk provokatif ini. tujuannya agar semua tetap kondusif, katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Tanah Longsor di Jalan Raya Jalur Cangar-Pacet Mojokerto Menimpa Kendaraan, 10 Orang Meninggal Dunia
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang Merangkak Naik
- Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi
- Jaringan Omah Jaga Warga di Gunungkidul Akan Terus Diperluas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini Jumat 4 April 2025: Stasiun Tugu, Lempuyangan, Maguwo, Ceper, Srowot, Delanggu hingga Palur
- Jadwal Kereta Bandara Hari Ini Jumat 4 April 2025, Berangkat dari Stasiun Tugu dan YIA
Advertisement
Advertisement