Advertisement
Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY bekerja sama dengan Pusat Studi Bencana UGM tengah menyusun Disaster Risk Management Plan (DRMP) Sumbu Filosofi. Melalui DRMP ini akan terpetakan potensi dan antisipasi bencana di sepanjang Sumbu Filosofi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan DRMP merupakan amanat dari UNESCO ketika menetapkan Sumbu Filosofi dunia sebagai salah satu warisan budaya dunia.
Advertisement
BACA JUGA: Sekda DIY Dukung Event Invitasi Bola Voli Kalurahan dan Sepeda Gembira Tangguh Bencana
“Dalam amanat itu agar dilakukan kajian kebencanaan di sepanjang Sumbu Filosofi,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Pada 2024 lalu pihaknya sudah menyusun draft awal DRMP yang meliputi lima titik objek cagar budaya yakni Kraton, Beringharjo, Ngasem, Komplek Kepatihan.
“Tahun ini akan didetailkan lagi bersama Pusat Studi Bencan UGM di 144 titik di sepanjang Sumbu Filosofi,” katanya.
Masing-masing titik memiliki potensi bencana dan antisipasi yang berbeda-beda. Karena banyaknya objek cagar budaya dan beragamnya potensi bencana, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun akan dilibatkan dalam menindaklanjuti rekomendasi dari DRMP.
“Misalnya di satu titik perlu ada tanda kaitannya jalur evakuasi, kemudian Early Warning System [EWS] yang terpasang apabila terjadi bencana, dimana tempat pengungsian, apa yang dilakukan kalau ada potensi bencana apa di sini,” ungkapnya.
Adapun potensi bencana di sepanjang Sumbu Filosofi cukup banyak, salah satunya adalah gempa bumi. “Gempa, kita dilewati lima sesar, itu melewati di bawah Sumbu Filosofi. Jadi tidak menutup kemungkinan misalnya ini secara aktif bergerak akan menimbulkan gempa,” paparnya.
Kepala Pusat Studi Bencana UGM, Muhammad Anggri Setiawan, menuturkan dalam penyusunan instrument DRMP ini, objek-objek cagar budaya itu dinilai secara lebih detail ancamannya, kerentanannya, kapasitas, sehingga bisa terformulasi risikonya.
“Ini mencari titik tengah, tidak terlalu ilmiah karena akan terlalu lama dan kurang praktis. Dari Jogja instrument ini akan dibawa ke level nasional, menjadi semacam prototipe, sehingga cagar budaya di Indonesia juga bisa memakai instrument ini,” paparnya.
Kajian DRMP Sumbu Filosofi ditargetkan selesai pada Juni 2025. Dalam kajian tersebut akan muncul rekomendasi. “Bisa misalnya penguatan struktur bangunannya, pengamanan bangunannya atau unsur lain, keterancaman pengunjung, kepadatan pengunjung di jam tertentu, ini yang jadi concern dalam kajian ini,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Tanah Longsor di Jalan Raya Jalur Cangar-Pacet Mojokerto Menimpa Kendaraan, 10 Orang Meninggal Dunia
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Belum Ada Peningkatan Pergerakan Arus Balik di Bantul, Dishub: Lebih Banyak Mengunjungi Objek Wisata
- Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Kaliurang Merangkak Naik
- Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi
- Jaringan Omah Jaga Warga di Gunungkidul Akan Terus Diperluas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini Jumat 4 April 2025: Stasiun Tugu, Lempuyangan, Maguwo, Ceper, Srowot, Delanggu hingga Palur
Advertisement
Advertisement