DIY Puncaki Indeks Demokrasi 2025, Skor Tembus 89,79
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Sejumlah nelayan menghitung hasil tangkapan bersama pengepul ikan di Pantai Congot, Kamis (4/10/2018)./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, JOGJA–Tingkat konsumsi ikan warga Kota Jogja saat ini masih jauh dibanding rata-rata nasional. Pemkot Jogja pun terus mendorong konsumsi ikan melalui kampanye Gemar Makan Ikan dan sejumlah bimtek pengolahan ikan.
Kabid Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Sri Pangganti, menjelaskan berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat konsumsi ikan Kota Jogja dalam setahun yakni 36 kg per kapita. Jumlah ini jauh dibawah rata-rata nasional yang saat ini 62,05 kg per kapita.
Di tingkat provinsi, Kota Jogja masih tertinggi kedua setelah Sleman. Ia juga menegaskan jika sumber protein tidak hanya dipenuhi melalui konsumsi ikan, tapi juga bisa sumber protein lainnya, seperti telur, daging dan sebagainya.
“Tapi konsumsi ikan tetap yang menjadi kita dorong, karena ikan gampang diperoleh. Kita dorong untuk konsumsi ikan lele, karena ini menjadi sumber protein hewani yang terjangkau, tidak harus mahal. Syukur-syukur bisa tersedia di rumah tangga masing-masing,” ujarnya, Selasa (19/11/2024).
Beberapa program yang dilakukan Pemkot Jogja untuk mendorong konsumsi ikan diantaranya kampanye Gemar Makan ikan, bimtek pengolahan ikan, kontes olahan ikan dan pendampingan kelompok pengolah dan pemasar ikan di Kota Jogja, yang jumlahnya ada 19 kelompok.
BACA JUGA: Ajak Masyarakat Makan Ikan untuk Atasi Stunting, PKK DIY Gelar Lomba Masak Serba Ikan
“Termasuk pendampingan di unit usaha pengolahan ikan, bagaimana mereka menerapkan hygiene-sanitasi. Jadi nanti ada sertifikat kelayakan pengolahan. Kami bersama dengan penyuluh memberi pendampingan,” ungkapnya.
Di luar pendampingan unit usaha, bimtek untuk masyarakat umum dilakukan dengan melibatkan kelompok PKK. “Pesertanya biasanya dari PKK dan kelompok pengolah. Sehingga semua mendapatkan edukasi. Kalau kontes pengolahan pesertanya dari PKK,” katanya.
Selain pada pengolahan, edukasi juga dilakukan terkait pemilihan ikan yang bagus. Hal ini dikarenakan sebagian besar ikan yang dikonsumsi oleh warga Kota Jogja berasal dari luar daerah, karena produksi ikan di Kota Jogja sendiri tidak memenuhi kebutuhan konsumsi.
“Yang masuk ke Kota Jogja banyak. Makanya kita juga harus mengedukasi mereka, supaya bisa memilih ikan yang segar dan aman untuk dikonsumsi. Jadi mutu dan keamanannya terjamin. Itu juga menjadi materi dalam bimtek olahan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IDI DIY 2025 tertinggi nasional dengan skor 89,79. Demokrasi Yogyakarta dinilai inklusif, stabil, dan berkualitas.
Justin Hubner memilih bertahan di Eropa setelah Fortuna Sittard menolak tawaran Persija Jakarta yang disebut bernilai jutaan.
Kunjungan wisatawan ke Sleman naik 14% menjadi 4,56 juta pada Semester I 2026. Wisatawan nusantara mendominasi hingga 98,2%.
Nauru resmi berganti nama menjadi Republik Naoero sebagai bagian dari dekolonisasi dan penguatan identitas budaya masyarakat asli.
Pemenang lotere National Lottery Inggris membentuk grup WhatsApp khusus untuk berbagi pengalaman, dukungan, dan kegiatan amal.
Indonesia tetap menjadi pasar penerbangan terbesar Asia Tenggara, sementara Vietnam naik ke posisi kedua menggeser Thailand.