Alex Marquez Diduga Melaju 212 Km/Jam Saat Crash Horor
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Walikota Jogja, Hasto Wardoyo bersama Wakil Walikota Jogja./istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus mendorong berbagai pihak dalam peningkatan pengembangan wilayah berbasis potensi lokal, termasuk pihak perhotelan. Hal ini sebagai upaya menjadikan kampung sebagai magnet kunjungan wisatawan.
BACA JUGA: Jelang Libur Sekolah, PHRI DIY Gencarkan Promo Paket Wisata
Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan meminta kepada seluruh hotel agar membuat paket wisata yang melibatkan masyarakat di sekitar hotel.
Pihaknya menegaskan selama ini Kota Jogja sebagai kota wisata mengandalkan sektor pariwisata. Terutama dalam menggerakan roda ekonomi dan pendapatan asli daerah.
Oleh sebab itu pihaknya berpesan agar hotel-hotel lebih memperhatikan dan memajukan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat. Dengan itu diharapkan kegiatan perekonomian akan berjalan serta meningkatkan taraf hidup kesejahteraan masyarakat.
“Kita ketahui bersama Kota Jogja punya andalan pariwisata. Saya berharap perhotelan juga ikut perhotelan dapat ikut memajukan pariwisata di Kota Jogja,” katanya dikutip dari laman Pemkot Jogja.
Sebelumnnya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY menggencarkan promosi beragam paket wisata untuk menarik minat wisatawan ke wilayah ini pada masa libur sekolah tahun ajaran 2025/2026.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono, mengatakan promosi antara lain telah dilakukan melalui "table top" di Malang, Jawa Timur.
Meski begitu, Deddy mengakui hingga pertengahan Juni ini reservasi hotel untuk masa libur sekolah masih stagnan di angka 25 hingga 30 persen.
Dia menilai tren tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat untuk bepergian pada momen libur sekolah belum signifikan.
Menurut dia, selain daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, kebijakan larangan "study tour" yang diberlakukan di sejumlah daerah juga turut mempengaruhi rendahnya permintaan reservasi, terutama dari segmen pelajar dan rombongan sekolah.
Kondisi tersebut tercermin pula pada tingkat hunian hotel selama libur panjang Idul Adha 1446 H yang berlangsung pada 5 hingga 9 Juni lalu dengan okupansi hanya berada di kisaran 20 hingga 40 persen.
"Menurun jika dibanding Iduladha tahun lalu bisa mencapai 50 persen, padahal tahun ini lebih panjang liburnya," ucap Deddy.
Dia menilai salah satu faktor yang turut mempengaruhi rendahnya tingkat hunian adalah karena sebagian masyarakat telah memanfaatkan libur panjang Waisak pada Mei lalu untuk bepergian, sehingga tidak melakukan perjalanan lagi saat Iduladha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.