Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ilustrasi mobil patroli polisi./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Jajaran Polresta Sleman telah mengidentifikasi 16 TPS rawan digelaran Pilkada 2024. Adapun sisanya sebanyak 1.711 TPS masuk kategori kurang rawan dan empat lainnya masuk TPS khusus.
Selain menerjunkan personel di TPS, juga ada pengamanan dengan model keliling. Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto mengatakan, sudah memetakan kerawanan TPS di Pilkada Sleman. Adapun hasilnya, 16 TPS masuk kategori rawan, dengan rincian sepuluh TPS rawan konflik sosial dan enam rawan bencana.
BACA JUGA: Menjelang Pilkada, KPU Temanggung Bakar 780 Surat Suara Rusak
Sedangkan sisanya sebanyak 1.711 TPS masuk kategori kurang rawan atau normal dan empat lainnya masuk kategori TPS khusus. “Total ada 1.731 TPS di Pilkada Sleman. Personel kepolisian yang diterjunkan pengamanan di TPS sebanyak 558 personel,” kata Masnoto, Selasa (26/11/2024).
Dia menjelaskan, untuk pengamanan di TPS disesuaikan dengan tingkat kerawanan. Untuk TPS rawan konflik sosial sebanyak sepuluh titik diterjunkan personel polisi sebanyak dua orang untuk mengamankan dua TPS yang dibantu empat petugas linmas.
“Untuk TPD rawan bencana, pengamanan seperti di TPS yang hasil pemetaannya masuk kurang rawan,” ungkapnya.
Meski demikian, Masnoto mengakui di tiap TPS dalam kategori kurang rawan juga memiliki skema pengamanan yang berbeda-beda. Sebagai contoh ada sepuluh TPS yang hanya dijaga dua personel polisi ditambah 20 anggota linmas.
Pola pengamanan ini dilaksanakan di 40 TPS. Selain itu, ada pola pengamanan dua polisi mengamankan di delapan TPS dengan dibantuk 16 petugas linmas.
Model ini menjadi pola pengamanan yang paling banyak karena diberlakukan di 408 TPS. “Ada juga pengamanan dua polisi di tiga TPS; dua polisi empat TPS, dua polisi di lima TPS hingga maksimal dua polisi mengamankan sepuluh TPS. Adapun untuk TPS khusus, pengamannya dengan pola dua polisi bertugas di satu TPS,” katanya.
Selain menerjunkan 558 personel untuk pengamanan di TPS, juga disiagakan serta melakukan patroli keliling sebanyak 328 personel dari Polrestas Sleman dan polsek. “Kami juga dapat tambahan personel dari Polda DIY sebanyak 60 personel dari Brimob dan Samapta,” ungkapnya.
Kapolresta Sleman, Kombes Pol. Yuswanto Ardi mengatakan, TPS yang masuk kategori rawan konflik sosial berada di Kapanewon Depok dan Kapanewon Ngemplak. Sementara untuk TPS rawan bencana ada di Kapanewon Cangkringan dan Kapanewon Pakem.
“Kalau yang rawan bencana tentunya karena kita memang secara topografi berada di lereng gunung berapi, kita tetap antisipasi,” katanya.
Ardi menambahkan personel yang diturunkan untuk Pilkada Sleman saat ini berjumlah 1.410 yang terdiri dari personel Polri dan TNI serta Linmas. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.