Pendaftaran SPMB SMA SMK DIY 2026 Dibuka Juni, Ini Jadwal Lengkapnya
Disdikpora DIY memastikan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 tetap memakai empat jalur dengan tahapan pendaftaran mulai Mei hingga Juli.
Tugu Pal Putih / Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 DIY mencapai 81,62 menduduki peringkat kedua setelah DKI Jakarta 84,15. Akan tetapi mewakili Kota dan Kabupaten IPM Kota Jogja 89,10 dan Kabupaten Sleman 85,71 menjadi yang tertinggi secara nasional.
Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati menjelaskan IPM dibangun berdasarkan 3 dimensi yakni umur panjang dan hidup sehat, dimensi pengetahuan, dan standar hidup layak. Dari 3 dimensi ini ada 4 indikator di antaranya umur harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan.
BACA JUGA : Tertinggi Nasional, IPM Kota Jogja Terus Ditingkatkan
Menurutnya status IPM menggambarkan level pencapain pembangunan manusia di suatu periode. Semakin tinggi status IPM menunjukkan pencapaian pembangunan manusia yang semakin baik.
"Perkembangan IPM DIY 2024 di posisi 81,62 dibandingkan IPM 2023 di posisi 81,09 berarti mengalami pertumbuhan 0,65%," ucap Herum.
Dia menjelaskan pertumbuhan IPM 2024 DIY lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan selama 5 tahun terakhir sebesar 0,52%. Maupun pertumbuhan 2022 ke 2023 yang mencapai 0,55%.
Berdasarkan data yang diolah capaian IPM DIY 2024 di posisi 81,62 berasal dari dimensi umur harapan hidup saat lahir 75,36 tahun, rata-rata lama sekolah 9,92 tahun, harapan lama sekolah 15,70 tahun, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan sebesar Rp15.361.000 per kapita per tahun. Secara status IPM DIY masuk kategori sangat tinggi karena capaiannya di atas 80.
"Peningkatan IPM 2024 didorong peningkatan pada semua indikator pembentuk," katanya.
Secara rinci capain IPM 2024 di DIY dari semua kota dan kabupaten yakni Kota Jogja 89,10 dengan pertumbuhan 0,55%, Kabupaten Sleman 85,71 dengan pertumbuhan 1%, Kabupaten Bantul 82,05 dengan pertumbuhan 0,38%, Kabupaten Kulonprogo 76,18 dengan pertumbuhan 0,47%, dan Kabupaten Gunungkidul 72,14 dengan pertumbuhan 0,95%.
"Perlu kami sampaikan IPM Kota Jogja ini merupakan IPM tertinggi kategori Kota se Indonesia. Begitu juga Sleman merupakan kabupaten dengan IPM tertinggi," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan jika dilihat dari perkembangannya capaian IPM DIY ini sangat membanggakan. Capaian DIY masih di bawah DKI Jakarta menurutnya karena dari indikator pengeluaran riil per kapita DIY masih lebih rendah.
Akan tetapi untuk indikator pembentuk IKM yang lain seperti rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah DIY lebih unggul. Usia harapan hidup masih sedikit di bawah DKI Jakarta. "Kalau Kota tertinggi di Indonesia karena dimensi pembentuk lebih tinggi, termasuk Sleman."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora DIY memastikan SPMB SMA/SMK Negeri 2026 tetap memakai empat jalur dengan tahapan pendaftaran mulai Mei hingga Juli.
Operasional wisata Candi Borobudur saat Waisak 2026 hanya dibuka hingga pukul 14.00 WIB. Sebanyak 2.570 lentera dan 570 drone disiapkan.
Pakar ITB menyebut penerapan biodiesel B50 dapat mengurangi impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah krisis geopolitik.
Truk boks bermuatan tepung terguling di Bokong Semar Gunungkidul menyebabkan macet parah di jalur Jogja-Wonosari hingga Minggu pagi.
Harga emas dunia diprediksi menembus US$4.943 per troy ounce dan mendorong harga logam mulia domestik menuju Rp2,9 juta per gram.
Polres Malang menyelidiki ledakan petasan di rumah warga Kepanjen yang menewaskan satu orang dan melukai korban dengan luka bakar serius.