Neymar Menangis saat Kembali Bela Brasil, Comeback Setelah 980 Hari
Neymar kembali membela Brasil setelah 980 hari absen dan menangis haru usai tampil di kemenangan Selecao atas Skotlandia pada Piala Dunia 2026.
Ilustrasi salah satu difabel mengikuti ujian SIM D di Satlantas Polres Bantul./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Sosial (Dinsos) Bantul membuka layanan SIM D gratis bagi kalangan penyandang disabilitas di Bumi Projotamansari. Untuk mendapatkan SIM D gratis, difabel di Bantul tinggal mendaftar ke Kantor Dinsos Bantul.
"Nanti kami antar untuk mengikuti tahapan yang ada di Polres Bantul untuk mendapatkan SIM D," kata Kepala Dinsos Bantul, Gunawan Budi Santoso, Rabu (4/12/2024).
Gunawan menambahkan layanan gratis tersebut sudah mulai berjalan pada 2024. Sejauh ini sudah ada 46 penyandang disabilitas di Bantul yang telah mendaftar. Kini mereka sudah mendapatkan SIM D yang difasilitasi oleh Dinsos Bantul.
Diharapkan dengan adanya SIM D, kata Gunawan, disabilitas di Bantul akan lebih tenang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. "Karena selama ini kan mereka masih mengalami kendala karena tidak memiliki SIM D. Untuk layanan ini, baru pertama kali ada layanan ini di Bantul," jelasnya.
Menurut Gunawan, sebelum akhirnya memberikan layanan SIM D gratis, Dinsos telah bertemu dengan komunitas difabel di Bumi Projotamansari. Dalam pertemuan tersebut, Dinsos akhirnya memberikan peluang kepada para disabilitas mendapatkan layanan SIM D gratis. "Untuk teknisnya, mereka bisa mendaftar di tempat kami. Nanti kami fasilitasi, baik untuk tes kesehatan hingga tes berkendara yang digelar di Mapolres Bantul," ujar dia.
Sementara terkait dengan penentuan disabilitas yang mendapatkan SIM D, Gunawan menyatakan semua menjadi tanggungjawab dari Polres Bantul. "Karena kami hanya memfasilitasi. Untuk kuota tidak kami batasi. Siapa yang mendaftar di kantor kami, akan kami fasilitasi. Soal lolos tidaknya, tergantung Polres Bantul," ujar dia.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Agus Budi Raharja mengungkapkan layanan yang diberikan oleh Dinsos tersebut adalah upaya dari Pemkab Bantul untuk memenuhi kebutuhan disabilitas di Bantul.
BACA JUGA: Puluhan Difabel Ikuti Ujian SIM D Kolektif di Polres Bantul, Begini Prosedur Ujiannya
Agus mengungkapkan, Pemkab ingin agar dari tahun ke tahun, disabilitas terfasilitasi dengan baik dan bisa mandiri. "Termasuk, upaya kami memfasilitasi mereka agar mandiri dalam hal menjaga roda perekonomian," jelasnya.
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widyana mengungkapkan ada 24 difabel yang telah mengikuti ujian dan mendapatkan SIM D. Mereka menjalani tes praktik dengan mengendarai sepeda motor yang telah dimodifikasi. Sejauh ini, kata Jeffry, tes yang dijalani oleh disabilitas asal Bantul berjalan baik dan tidak ada kendala. "Untuk tahapannya, sejatinya hampir sama dengan tes pemohon SIM lainnya. Mereka harus sehat jasmani dan rohani dan menunjukkan surat keterangan dokter dan psikologi yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Panembahan Senopati," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Neymar kembali membela Brasil setelah 980 hari absen dan menangis haru usai tampil di kemenangan Selecao atas Skotlandia pada Piala Dunia 2026.
Apindo menilai DSI dapat memperkuat pengawasan ekspor dan menekan praktik under invoicing tanpa menambah beban administratif pelaku usaha.
Wakil Gubernur DIY Paku Alam X mengusulkan seluruh jamaah haji DIY menggunakan e-paspor untuk mempercepat layanan imigrasi dan meningkatkan kenyamanan.
Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian pada kasus penyekapan di Bandung dan meminta proses hukum berjalan tegas sesuai aturan berlaku.
Sarjana di Job Fair Kulonprogo berbagi kisah sulit mencari kerja. Ratusan lamaran dikirim, tetapi pekerjaan layak masih sulit didapat.
Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva lolos ke semifinal Bad Homburg Open 2026 usai menang telak 6-1, 6-2 atas pasangan Slovenia.