Realisasi Program OPD Bantul Capai 70 Persen, Dewan Perketat Pengawasan
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Cuaca ekstrem - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Wilayah DIY dan sekitarnya masih akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogja, Warjono, dalam acara menghadapi cuaca ekstrem di DPRD DIY, Rabu (18/12/2024).
Warjono menjelaskan bahwa fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) atau La Nina menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya curah hujan di wilayah ini. Kondisi ENSO yang saat ini aktif membuat wilayah Indonesia, termasuk Jogja, menjadi lebih basah. Selain itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) juga turut berkontribusi, ditambah dengan pembentukan awan-awan tebal yang semakin meningkatkan potensi hujan.
"Prakiraan untuk dasarian II Desember ini, kita masih akan mengalami kondisi yang cukup basah dengan curah hujan yang tinggi. Namun, memasuki dasarian III Desember, intensitas hujan diprediksi mulai berkurang. Menjelang tahun baru, cuaca diperkirakan sudah tidak terlalu ekstrem," ungkap Warjono.
Meskipun demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Peta peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Gunungkidul masih berstatus siaga dengan potensi curah hujan mencapai 200-300 mm per dasarian.
"Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Persiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menghadapi cuaca ekstrem, seperti membersihkan saluran air, mengecek kondisi rumah, dan menyiapkan perlengkapan darurat," kata Warjono.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad mengungkapkan ada potensi bencana yang mengintai di tengah keramaian wisatawan selama libur Nataru. Diperkirakan sekitar 9,4 juta pengunjung akan memadati DIY selama periode tersebut. "Jumlah pengunjung yang sangat signifikan ini meningkatkan risiko terjadinya korban jika terjadi bencana," katanya.
BPBD DIY mendorong pendirian posko Nataru yang melibatkan berbagai pihak terkait. Posko ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat koordinasi, informasi, dan evakuasi jika terjadi bencana. "Posko Nataru akan menjadi garda terdepan dalam upaya melindungi masyarakat," ujar Noviar.
Selain pendirian posko, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan menyiapkan perlengkapan darurat. "Masyarakat harus selalu waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan," pungkas Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Telkom melihat pemanfaatan Graha Merah Putih oleh BGN sebagai peluang optimalisasi aset dan membuka bisnis baru lewat layanan digital.
iPhone Duo diproyeksikan menguasai 24,8% pasar HP lipat global pada 2026 dengan pengiriman sekitar 5 juta unit.
Beasiswa Cendekia Baznas 2026 dibuka di 246 kampus. Mahasiswa bisa mendapat subsidi UKT hingga Rp7 juta per semester.
Trump membuka peluang produsen mobil listrik China membangun pabrik di AS dengan syarat mempekerjakan tenaga kerja Amerika.
Bek PSS Sleman Christophe Nduwarugira tak gentar menghadapi Dimitar Mitkov yang mencetak brace pada laga debutnya bersama Madura United.