Mi Lethek Srandakan Tembus 50 Toko, Omzet Capai Rp20 Juta
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Cuaca ekstrem - ilustrasi/freepik
Harianjogja.com, JOGJA - Wilayah DIY dan sekitarnya masih akan diguyur hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogja, Warjono, dalam acara menghadapi cuaca ekstrem di DPRD DIY, Rabu (18/12/2024).
Warjono menjelaskan bahwa fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) atau La Nina menjadi salah satu faktor utama penyebab tingginya curah hujan di wilayah ini. Kondisi ENSO yang saat ini aktif membuat wilayah Indonesia, termasuk Jogja, menjadi lebih basah. Selain itu, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) juga turut berkontribusi, ditambah dengan pembentukan awan-awan tebal yang semakin meningkatkan potensi hujan.
"Prakiraan untuk dasarian II Desember ini, kita masih akan mengalami kondisi yang cukup basah dengan curah hujan yang tinggi. Namun, memasuki dasarian III Desember, intensitas hujan diprediksi mulai berkurang. Menjelang tahun baru, cuaca diperkirakan sudah tidak terlalu ekstrem," ungkap Warjono.
Meskipun demikian, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Peta peringatan dini yang dikeluarkan BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Gunungkidul masih berstatus siaga dengan potensi curah hujan mencapai 200-300 mm per dasarian.
"Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi cuaca terkini dari BMKG. Persiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk menghadapi cuaca ekstrem, seperti membersihkan saluran air, mengecek kondisi rumah, dan menyiapkan perlengkapan darurat," kata Warjono.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad mengungkapkan ada potensi bencana yang mengintai di tengah keramaian wisatawan selama libur Nataru. Diperkirakan sekitar 9,4 juta pengunjung akan memadati DIY selama periode tersebut. "Jumlah pengunjung yang sangat signifikan ini meningkatkan risiko terjadinya korban jika terjadi bencana," katanya.
BPBD DIY mendorong pendirian posko Nataru yang melibatkan berbagai pihak terkait. Posko ini diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat koordinasi, informasi, dan evakuasi jika terjadi bencana. "Posko Nataru akan menjadi garda terdepan dalam upaya melindungi masyarakat," ujar Noviar.
Selain pendirian posko, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca dan menyiapkan perlengkapan darurat. "Masyarakat harus selalu waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan," pungkas Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mi Lethek Yu Murti di Srandakan Bantul naik kelas dengan kemasan modern. Kini dipasarkan di 50 toko dan omzetnya tembus Rp20 juta.
Cek jadwal lengkap KRL Jogja–Solo Senin 6 Juli 2026. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan fleksibel dari Jogja ke Solo.
Portugal vs Spanyol di 16 besar Piala Dunia 2026. Oyarzabal percaya diri, cek prediksi skor dan susunan pemain.
Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong bertemu di Leaders’ Retreat 2026 Jakarta, bahas kerja sama strategis dan proyek bilateral.
Jokowi mulai safari politik ke sejumlah daerah usai Lampung. PSI jadi titik awal, partai lain ikut memberi respons.
Menpar dorong integrasi Pokdarwis dan koperasi untuk perkuat desa wisata, tingkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.