Seleksi Calon Sekda Kota Jogja Masuk Final, Ini 3 Kandidatnya
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
Pupuk bersubsidi/Ilustrasi-JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mengakui serapan pupuk bersubsidi di Bumi Projotamnasari masih rendah.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengatakan petani sudah bisa mengakses pupuk subsidi dengan menggunakan KTP, bahkan dengan KTP atai tamnpa kartu tani pun petani sduah bisa menebus pupuk bersubsidi selama terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK)
"Sekarang enggak usah pakai kartu tani bisa, asalkan [data petani] masuk ke RDKK," katanya, Senin (16/12/2024)
Dia pun memastikan seluruh petani saat ini bisa mengakses pupuk subsidi dengan cara tersebut. Apabila ada pengecer yang menolak memberikan pupuk subsidi kepada petani yang menebus pupuk subsidi menggunakan KTP. Maka, Joko mengancam akan mencabut izin pengecer tersebut.
Saat ini, menurut dia, serapan pupuk non subsidi masih minim. DKPP Bantul mencatat alokasi pupuk urea tahun 2024 mencapai 9.562.000 kg, dan NPK 8.000.000 kg. Sementara dari jumlah tersebut serapannya masih belum optimal. "Saat ini serapan pupuk subsidi baru mencapai 75 persen," katanya.
Joko pun menndorong agar petani di Bantul segera menebus pupuk sehingga serapan pupuk subsidi dapat optimal. Pernyataan Joko Waluyo ini menjawab keluhan petani.
BACA JUGA: Petani di Bantul Kesulitan Mengakses Pupuk Bersubsidi Sejak 2022
Ketua Asosiasi Beras Bantul, sekaligus petani di Patalan, Sumantri, mengaku sempat kesulitan mengakses pupuk subsidi sejak 2022. Meski sudah memiliki kartu tani, Sumantri mengaku tidak dapat mengakses pupuk subsidi. Akibatnya dia membeli pupuk non subsidi dengan selisih harga yang jauh lebih tinggi.
"Biasanya pakai pupuk subsidi urea dan Phonska. Kemarin [karena tidak bisa akses pupuk subsidi] pakai pupuk non subsidi [yaitu] Phonska Plus harganya dua kali lipat," katanya, Senin (16/12/2024).
Dia mengaku harga pupuk Phonska subsidi mencapai Rp110.000 per sak, sementara dia membeli pupuk non subsidi Phonska Plus dengan harga Rp250.000 per sak.
Kesulitan tersebut menurutnya dialami pula oleh ribuan petani di Patalan, Jetis, Bantul. Mereka terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK), namun tetap tidak dapat mengakses pupuk subsidi. "Desember baru bisa pakai KTP [akses pupuk subsidi], November belum bisa," katanya.
Ketua RT 2, Kaligawe, Kalurhan Bantul, Sarjiman mengaku ada tiga orang petani di wilayahnya yang sejak 2022 tidak bisa mengakses pupuk subsidi, meskipun sudah memiliki kartu tani.
"Kami sudah laporan ke penyuluh pertanian lapangan [PPL], sudah dientri tetapi belum bisa," ujarnya.
Anggota DPR RI, Siti Hediati Hariyadi mengaku pihaknya akan berupaya memastikan agar seluruh petani dapat mengakses pupuk subsidi.
"Pupuk harus tersedia bagi petani, [petani] harus terdaftar di RDKK untuk bisa mendapat bantuan itu. Nanti yang mengajukan [pupuk subsidi] kelompok tani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi Sekda Kota Jogja memasuki tahap akhir. Hasto Wardoyo masih berkonsultasi dengan Gubernur DIY sebelum menentukan nama terpilih.
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah siap memakai radar dan satelit untuk melacak aset ilegal serta memburu koruptor hingga bungker bawah tanah.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Jadwal pemadaman listrik Jogja hari ini Kamis 21 Mei 2026 terjadi di Gejayan, Bantul, Gunungkidul, dan Sedayu akibat pemeliharaan PLN.