Kerap Mencuri, Remaja di Bantul Dibina di Sentra Antasena Magelang
Remaja 15 tahun di Bantul yang kerap mencuri sempat bersembunyi di plafon rumah saat dijemput untuk rehabilitasi. Setelah dibujuk, ia akhirnya menjalani pembina
Hotel Mutiara di Jl. Malioboro Kota Jogja./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Eks Hotel Mutiara yang terletak di kawasan strategis Malioboro segera bertransformasi menjadi pusat pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkualitas tinggi. Hotel yang telah jadi milik Pemda DIY ini sebelumnya memang direncanakan jadi wadah bagi UMKM premium untuk menjadi lokasi mejeng.
Kepala Bidang UKM Dinkop UKM DIY, Veronica Setioningtyas Prativi mengatakan, lantai dasar dari bangunan itu akan menjadi ruang bagi para pelaku UMKM terpilih untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka. "Rencananya, lantai bawah akan dikelola oleh koperasi dan menjadi etalase bagi UMKM premium," ujarnya, Sabtu (21/12/2024).
BACA JUGA : Jadi Pusat UMKM, Eks Hotel Mutiara 1 Malioboro Jogja Beroperasi di 2025
Salah satu kelompok UMKM yang akan mendapatkan tempat khusus di Hotel Mutiara adalah para pedagang jendela sibakul. Para pedagang yang merupakan binaan Pemda DIY itu selama ini menempati sejumlah tempat dan akan dipindahkan ke lokasi baru ini. "Karena Hotel Mutiara sudah selesai direnovasi, kami akan manfaatkan untuk memindahkan para pedagang jendela sibakul mulai tanggal 4 Januari 2025," jelas Veronica.
Pemindahan ini dilakukan dengan tujuan memberikan ruang yang lebih layak dan strategis bagi para pedagang jendela sibakul untuk berjualan. Selain itu, lokasi yang baru juga diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk-produk UMKM binaan pemerintah.
"Jendela sibakul ini merupakan UMKM binaan kami dan ingin kami tampilkan di tempat-tempat ramai. Sebelumnya mereka pernah menempati Kantor Pos Jogja dan Plaza Malioboro," imbuh Veronica.
Veronica menegaskan bahwa pengelolaan etalase UMKM di Hotel Mutiara akan mengusung konsep mandiri. Para pelaku UMKM yang berminat memajang produknya di tempat ini akan dikenakan biaya sewa. "UMKM akan benar-benar mandiri. Mereka akan membayar biaya sewa untuk memajang produknya," ujarnya.
BACA JUGA : 120 Pelaku Ekraf Terlibat dalam Pameran Keistimewaan
Besaran biaya sewa yang akan dikenakan masih dalam tahap perhitungan dan akan disesuaikan dengan jenis produk dan luas area yang digunakan. "Kami masih akan melakukan survei untuk menentukan jumlah UMKM yang akan menempati etalase ini dan juga akan memetakan lokasi yang sesuai untuk masing-masing produk," tambah Veronica.
Berbagai jenis produk UMKM akan hadir di etalase eks Hotel Mutiara, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga fesyen. "Kapasitas etalase akan disesuaikan dengan penataan ruangan. Yang pasti, kami ingin menampilkan produk-produk UMKM yang berkualitas dan memiliki potensi pasar yang luas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Remaja 15 tahun di Bantul yang kerap mencuri sempat bersembunyi di plafon rumah saat dijemput untuk rehabilitasi. Setelah dibujuk, ia akhirnya menjalani pembina
Gabsi Sleman menggelar Kejurkab Bridge 2026 sebagai ajang seleksi atlet menuju Kejurda DIY dan Pelatkab Porda 2027.
FK-KMK UGM menggelar Summer Course 2026 bertema sistem kesehatan tangguh bencana yang diikuti 81 peserta dari 11 negara.
Kejagung menegaskan status Febrie Adriansyah tetap tersangka meski menerbitkan tiga sprindik baru terkait dugaan korupsi dan TPPU.
Menkop Ferry Juliantoro merespons isu pengadaan kipas angin Kopdes Merah Putih senilai Rp1,8 triliun dalam rapat bersama Komisi VI DPR.
Inggris unggul rekor pertemuan atas Argentina jelang semifinal Piala Dunia 2026. Simak head to head dan lima pertemuan terakhir.