Cabai Rawit Jadi Primadona Hortikultura Sleman pada Semester I 2026
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Ilustrasi budi daya perikanan./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menyampaikan total produksi budidaya perikanan selama 2024 mencapai 55.253.982 kilogram (kg) atau 55.253,982 ton. Apabila membandingkan dengan produksi pada 2023, ada kenaikan 286,865 ton.
Plt. Kepala Dinas P3 Sleman, Suparmono mengatakan budidaya perikanan tersebut didominasi ikan nilai kemudian disusul ikan lele. Selain itu, ada sedikit ikan gurami.
DP3 mencatat produksi budidaya perikanan lebih banyak di triwulan pertama sebesar 18.233,814 ton. Selanjutnya, produksi di triwulan kedua ada 12.155,876 ton, triwulan ketiga ada 9.393,177 ton, dan triwulan keempat ada 15.471,115 ton.
Jumlah tersebut masih belum ditambah dengan produksi ikan perairan umum darat (PUD) yang mencapai 93.125 kg selama 2024. Capaian ini lebih tinggi daripada produksi ikan PUD 2023 sebesar 78.450 kg.
Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman, Sri Purwaningsih mengatakan Bumi Sembada menjadi wilayah pemasok ikan budidaya terbesar di DIY, sekitar 50%. Artinya, 50% sisanya dipasok dari Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul, dan Kota Jogja.
BACA JUGA: Produksi Benih Ikan Sleman Tembus 1,4 Miliar Anakan
Adapun jumlah kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) di Sleman ada sekitar 749 kelompok. Mayoritas kelompok tersebut membudidayakan ikan nila merah sebagai komoditas unggulan sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Sleman.
Ikan nila merah per kg mencapai Rp27.000 di tingkat pembudidaya. Apabila masuk di pasar, harganya naik menjadi Rp36.000 per kg. Pasar ikan ini tidak hanya di DIY namun juga luar DIY.
“Kualitas ikan di Sleman lebih bagus daripada di wilayah lain. Kalau pecel lele sebagian kecil saja mengambil di pembudidaya,” kata Sri dihubungi, Minggu (5/1/2025).
Sri menambahkan Dinas terus membantu Pokdakan dalam mengembangkan ikan mereka. Beberapa inovasi telah Dinas terapkan di kolam-kolam ikan seperti kincir air. Kincir air menjadi unsur terpenting dalam sistem Si Budi Dikucir atau Sistem Budi Daya Nila Dengan Kincir Air.
Selain itu, ada juga fasilitasi sumur pompa guna mengantisipasi apabila air kolam menyusut ketika musim kemarau. Pokdakan juga mendapat pendampingan dari penyuluh lapangan.
“Khusus kelompok yang sudah maju ada sistem namanya bioflok. Singkatnya, air dalam satu tempat diolah sedemikian rupa, sehingga kotoran sisa dari ikan diubah jadi mikroorganisme yang dapat dimakan lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
BMKG mengingatkan El Nino kategori kuat meningkatkan risiko kekeringan di Jawa Tengah yang mengancam pertanian dan sumber daya air.
Program Jembatan Garuda telah mencapai 1.416 titik pembangunan dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
BGN memprioritaskan pembangunan dapur MBG di daerah dengan angka stunting tinggi untuk mempercepat intervensi gizi penerima manfaat.
KPK memeriksa saksi OTT Bupati Pemalang dan mendalami dugaan suap proyek serta jual beli jabatan dengan barang bukti lebih dari Rp2 miliar.